Jaga Kesehatan Mental Punya Peran Vital Cegah Penyalahgunaan Narkoba

  • 31 Jul 2026 06:55 WIB
  •  Jember

RRI.CO.ID, Jember – Penyalahgunaan narkoba di kalangan generasi muda tidak hanya dipengaruhi oleh faktor lingkungan, tetapi juga berkaitan erat dengan kondisi kesehatan mental. Tekanan hidup, masalah keluarga, hingga kesulitan mengelola emosi dapat menjadi celah yang dimanfaatkan penyalahgunaan narkoba. Karena itu, kepedulian terhadap kesehatan mental dinilai menjadi salah satu langkah penting dalam upaya pencegahan penyalahgunaan narkotika.

Muhammad Faisal, Kader Inti Pemuda Anti Narkoba (KIPAN) Kabupaten Jember, menjelaskan bahwa KIPAN merupakan organisasi kepemudaan di bawah naungan Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) yang berfokus pada upaya pencegahan penyalahgunaan narkoba di kalangan generasi muda. Menurutnya, keberadaan KIPAN menjadi salah satu wadah untuk mengedukasi sekaligus mengajak pemuda agar berani memerangi narkoba sejak dini.

Dalam program Jaga Malam Pro 2 Jember edisi 3 Juli 2025, Faisal mengatakan bahwa salah satu tantangan terbesar saat ini adalah tingginya kerentanan generasi muda terhadap penyalahgunaan narkoba akibat berbagai persoalan psikologis.

"Orang yang mengalami masalah seperti broken home, putus hubungan, atau gangguan kesehatan mental lainnya bisa menjadi lebih rentan terhadap penyalahgunaan narkoba karena zat adiktif memberikan efek tenang atau euforia sesaat," ujar Faisal, Kamis (03/07/2026).

Menurut Faisal, perubahan perilaku seperti lebih sering menyendiri, enggan bersosialisasi, hingga terlihat murung dalam waktu lama perlu menjadi perhatian lingkungan sekitar. Ia menilai, kepedulian teman sebaya memiliki peran penting dalam mencegah seseorang terjerumus ke dalam penyalahgunaan narkoba.

"Kadang hal sederhana seperti bertanya, 'Apa kabar?' atau mau mendengarkan cerita teman bisa menjadi bentuk kepedulian yang sangat berarti. Kita harus lebih peka terhadap kondisi orang-orang di sekitar kita," katanya.

Selain kepedulian dari lingkungan, Faisal menekankan pentingnya kemampuan setiap individu untuk mengenali kondisi dirinya sendiri. Menurutnya, seseorang perlu memahami kapan sedang marah, sedih, atau membutuhkan bantuan, tanpa merasa malu untuk mengekspresikan emosi.

Ia juga mengajak generasi muda membangun afirmasi positif dalam kehidupan sehari-hari. Alih-alih menggunakan kalimat yang bernada negatif, seperti menganggap diri gagal, Faisal menyarankan untuk mengubah cara berpikir menjadi lebih optimistis.

"Kalau hari ini belum berhasil, bukan berarti gagal selamanya. Cara kita berbicara kepada diri sendiri sangat memengaruhi pola pikir dan semangat untuk bangkit," jelasnya saat menjadi narasumber di Program Jaga Malam Pro 2 Jember.

Menurut Faisal, menjaga kesehatan mental juga dapat dilakukan dengan memperbanyak aktivitas positif sesuai minat, seperti bergabung dalam komunitas olahraga, hobi, maupun kegiatan sosial. Aktivitas tersebut dinilai mampu menjadi ruang yang sehat untuk menyalurkan energi sekaligus memperluas lingkungan pertemanan.

Ia juga menyoroti pentingnya keberadaan layanan konseling yang mudah diakses, baik di sekolah, perguruan tinggi, maupun masyarakat umum. Menurutnya, layanan konseling tidak semestinya hanya diperuntukkan bagi siswa yang dianggap bermasalah, tetapi juga bagi mereka yang menjadi korban perundungan, mengalami tekanan psikologis, atau sekadar membutuhkan teman berdiskusi.

Faisal menambahkan bahwa kampus-kampus mulai menunjukkan perhatian terhadap isu kesehatan mental melalui penyediaan layanan psikolog bagi mahasiswa. Langkah tersebut diharapkan dapat menjadi contoh bagi berbagai institusi pendidikan lainnya agar semakin peduli terhadap kesehatan mental generasi muda.

Lebih lanjut, ia mengingatkan bahwa upaya pemberantasan narkoba membutuhkan keterlibatan semua pihak karena peredarannya terus mencari celah baru. Oleh sebab itu, generasi muda diharapkan memiliki komitmen untuk tidak mencoba narkoba dalam bentuk apa pun.

"Jangan pernah iseng mencoba narkoba, meskipun hanya sedikit. Dampaknya bukan hanya merugikan diri sendiri, tetapi juga keluarga dan masa depan. Generasi muda harus menjadi bagian dari upaya memutus mata rantai penyalahgunaan narkoba," pungkas Faisal.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....