PIONAIR UNEJ Edukasi Cegah Penyakit Kulit saat KKN

  • 30 Jul 2026 16:12 WIB
  •  Jember

RRI.CO.ID, Jember – Mahasiswa yang sedang menjalani program Kuliah Kerja Nyata (KKN) diingatkan untuk lebih waspada terhadap risiko penyakit kulit di lokasi pengabdian. Imbauan tersebut disampaikan oleh mahasiswi Fakultas Farmasi Universitas Jember dalam siaran program Jaga Malam bertajuk "KKN Health Talk: Mengabdi dengan Hati, Jaga Kulit Sepenuh Hati" di Jaga Malam Pro 2 RRI Jember, Rabu (29/7/2026).

Acara yang dipandu oleh penyiar Tri Yoga Deni ini menghadirkan dua narasumber, yakni Tasya Kamilah Nirzara dan Putri Adilia Ananda. Dalam dialog interaktif tersebut, dibahas berbagai faktor yang membuat kulit mahasiswa KKN jauh lebih rentan mengalami gangguan kesehatan dibandingkan saat beraktivitas harian di kampus.

Tingginya risiko penyakit kulit pemicu utamanya adalah kebiasaan tinggal bersama banyak orang dalam satu posko serta berbagi ruang tidur. Kondisi lingkungan seperti cuaca panas dan lembap, tingginya produksi keringat, kebiasaan jarang mengganti pakaian akibat agenda padat, hingga terbatasnya air bersih serta kontak langsung dengan tanah atau hewan di desa turut mempercepat timbulnya infeksi.

Tasya Kamilah Nirzara menyebutkan empat jenis penyakit kulit yang paling sering mengintai mahasiswa selama KKN, yaitu skabies (kudis), kurap, panu, dan biang keringat. Masing-masing memiliki gejala berbeda, mulai dari rasa gatal hebat di malam hari, timbul ruam merah berbentuk cincin, hingga bintik kemerahan akibat saluran keringat yang tersumbat.

"Prinsip pencegahannya sebenarnya sederhana, kita harus menjaga kebersihan tubuh agar kulit tetap kering, bersih, dan sehat sehingga tidak menjadi tempat berkembangnya bakteri, kuman, maupun tungau," ujar Tasya.

Sementara itu, Putri Adilia Ananda menyoroti kebiasaan salah yang sering dianggap sepele, seperti menggaruk area gatal hingga terluka, meminjam salep milik teman secara sembarangan, serta saling meminjam barang pribadi atas nama solidaritas. Kebiasaan berbagi handuk, pakaian, atau alat salat justru menjadi jalur utama penularan skabies dan kurap antarpenghuni posko.

"Jangan langsung menganggap semua penyakit kulit itu menular karena biang keringat dan panu tidak menular, jadi kenali dulu penyebabnya agar penanganannya tepat," tegas Putri.

Sebagai penanganan awal, mahasiswa diimbau untuk segera mandi usai beraktivitas di luar ruangan, rutin mengganti pakaian basah, serta tidak melakukan diagnosis mandiri. Jika keluhan gatal atau ruam kulit tidak kunjung membaik, mahasiswa disarankan untuk segera memeriksakan diri ke puskesmas atau fasilitas kesehatan terdekat.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....