Dokter Anak Ingatkan Pentingnya 1.000 HPK untuk Mencegah Stunting
- 30 Jul 2026 12:38 WIB
- Jember
RRI.CO.ID, Jember - Pencegahan stunting menjadi salah satu langkah penting untuk menciptakan generasi Indonesia yang sehat dan berkualitas. Masalah gizi kronis ini tidak hanya berkaitan dengan asupan makanan, tetapi juga dipengaruhi oleh pola asuh, layanan kesehatan, hingga kondisi lingkungan yang mendukung tumbuh kembang anak.
Topik tersebut dibahas dalam program Indonesia Sehat Pro 1 RRI Jember edisi Jumat 24 Juli 2026 yang dipandu oleh Nova Novita. Mengangkat tema "Masyarakat Cerdas, Balita Tangkas, Wujudkan Generasi Emas Indonesia", program ini menghadirkan dokter spesialis anak dr. Monika Bethari P., Sp.A. sebagai narasumber.
Dalam dialog tersebut, dr. Monika menjelaskan bahwa stunting adalah kondisi ketika pertumbuhan dan perkembangan anak terhambat akibat kekurangan gizi yang berlangsung dalam waktu lama. Dampaknya tidak hanya terlihat dari tinggi badan anak yang lebih pendek dibandingkan usianya, tetapi juga dapat memengaruhi perkembangan otak, kemampuan belajar, hingga produktivitas saat dewasa.
Menurutnya, pencegahan stunting harus dimulai sejak periode 1.000 Hari Pertama Kehidupan (HPK), yaitu sejak masa kehamilan hingga anak berusia dua tahun. Periode ini merupakan masa yang sangat menentukan perkembangan otak dan organ tubuh anak.
"Stunting ini sebenarnya terjadi ketika hak anak untuk tumbuh dan berkembang secara optimal mulai terabaikan. Kondisi ini muncul akibat kekurangan gizi yang berlangsung dalam waktu lama sehingga menyebabkan perlambatan pertumbuhan dan perkembangan," jelas dr. Monika.
Ia juga mengingatkan pentingnya peran orang tua dalam memantau tumbuh kembang anak secara rutin melalui Posyandu. Selain itu, orang tua diimbau untuk memanfaatkan Buku Kesehatan Ibu dan Anak (KIA) sebagai panduan dalam memantau berat badan, tinggi badan, serta perkembangan anak sesuai usianya. Dengan deteksi dini, gangguan pertumbuhan dapat segera diketahui dan ditangani sebelum berkembang menjadi stunting.
Tak hanya itu, dr. Monika menekankan bahwa pencegahan stunting memerlukan kerja sama berbagai pihak. Keluarga perlu menerapkan pola asuh yang baik, memberikan makanan bergizi seimbang berbasis pangan lokal, serta menjaga kebersihan lingkungan dan sanitasi agar anak terhindar dari infeksi yang dapat menghambat pertumbuhan.
Melalui kolaborasi antara keluarga, tenaga kesehatan, dan masyarakat, diharapkan angka stunting dapat terus ditekan sehingga Indonesia mampu mewujudkan generasi emas yang sehat, cerdas, dan berdaya saing di masa depan.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....