Mitos atau Fakta: Sarapan Pertama Jam Sepuluh Pagi
- 20 Jul 2026 18:30 WIB
- Jember
RRI.CO.ID, Jember - Pola makan yang bergeser dari kebiasaan konvensional kini semakin banyak diperbincangkan di tengah masyarakat, salah satunya adalah menunda waktu makan pertama hingga pukul sepuluh pagi. Fenomena yang sering dikaitkan dengan metode makan terbatas waktu ini memicu rasa penasaran mengenai efektivitasnya terhadap kesehatan tubuh secara menyeluruh. Berdasarkan informasi yang dikutip dari studi yang diterbitkan dalam The Journal of Nutrition pada tahun 2022 oleh peneliti bernama Dr. Marcus Henderson dan rekan, disebutkan bahwa terdapat mekanisme yang disebut sebagai "fleksibilitas metabolik", di mana tubuh mampu mengoptimalkan pembakaran cadangan lemak selama periode puasa yang lebih panjang di pagi hari.
Hasil penelitian tersebut secara spesifik menyatakan bahwa memberikan jeda waktu lebih lama dari bangun tidur hingga asupan kalori pertama dapat membantu pengaturan kadar gula darah yang lebih stabil sepanjang hari. Dengan membiarkan tubuh tetap dalam kondisi puasa lebih lama, sensitivitas insulin dapat meningkat, yang pada gilirannya membantu tubuh dalam mengelola cadangan energi secara lebih efisien. Meski demikian, temuan ini juga menekankan bahwa durasi jendela makan yang dipilih harus disesuaikan dengan ritme sirkadian dan tingkat aktivitas fisik individu agar tidak mengganggu sistem hormon tubuh.
| Baca juga: Kebiasaan Pagi yang Bikin Produktif |
Bagi sebagian orang, menunda sarapan hingga pukul sepuluh pagi dapat menjadi strategi efektif untuk mengontrol total asupan kalori harian secara alami. Dengan memangkas waktu makan di pagi hari, banyak individu cenderung merasa lebih mudah dalam membatasi camilan yang tidak perlu, yang sering kali justru menyumbang kalori berlebih tanpa disadari. Kondisi ini membuat metabolisme tubuh tidak terus-menerus berada dalam fase pengolahan makanan, sehingga organ pencernaan mendapatkan kesempatan untuk beristirahat lebih lama.
Namun, penerapan pola ini tidak sepenuhnya berlaku bagi setiap orang, terutama bagi mereka yang memiliki kondisi medis tertentu atau aktivitas fisik yang sangat tinggi sejak pagi hari. Asupan nutrisi tetap menjadi prioritas utama, sehingga kualitas makanan yang dikonsumsi pada jam sepuluh pagi tersebut sangat menentukan manfaat yang diperoleh. Mengonsumsi makanan yang bernutrisi padat sangat disarankan agar tubuh tetap mendapatkan asupan energi yang cukup untuk menunjang produktivitas selama sisa hari.
| Baca juga: Kapan Jadwal Minum Obat 3x1 yang Tepat? |
Secara keseluruhan, keputusan untuk melakukan sarapan pada jam sepuluh pagi bukanlah sebuah kewajiban medis, melainkan sebuah pilihan gaya hidup yang perlu disesuaikan dengan kebutuhan personal. Penting bagi individu untuk selalu mendengarkan sinyal lapar alami dari tubuh dibandingkan hanya mengikuti tren yang ada. Konsultasi dengan ahli gizi tetap menjadi langkah bijak sebelum mengubah pola makan secara drastis untuk memastikan bahwa kesehatan jangka panjang tetap menjadi prioritas utama.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....