Bukan Cuma Lemak! Ini Penyebab Kolesterol Tinggi yang Sering Diabaikan
- 01 Jul 2026 18:13 WIB
- Jember
RRI.CO.ID - Jember, Banyak orang mengira kolesterol tinggi hanya disebabkan oleh terlalu sering mengonsumsi makanan berlemak. Padahal, seseorang yang jarang makan gorengan atau daging berlemak pun tetap bisa mengalami kadar kolesterol tinggi.
Donald Lloyd-Jones, Presiden American Heart Association, dalam panduan pencegahan penyakit jantung yang dipublikasikan pada 2024, menyampaikan bahwa kadar kolesterol dipengaruhi oleh faktor genetik, pola makan, aktivitas fisik, dan kondisi kesehatan secara keseluruhan, bukan hanya oleh konsumsi lemak. Sementara itu, Mayo Clinic menjelaskan bahwa hati memproduksi seluruh kolesterol yang dibutuhkan tubuh. Namun, kadar kolesterol dapat meningkat apabila produksi terlalu tinggi atau kemampuan tubuh membuang LDL terganggu.
Menurut para ahli, kolesterol dalam tubuh tidak hanya berasal dari makanan, tetapi juga diproduksi secara alami oleh hati. Berbagai faktor seperti genetik, pola hidup, hingga kondisi kesehatan tertentu turut memengaruhi kadar kolesterol dalam darah.
Tubuh sebenarnya membutuhkan kolesterol untuk membentuk hormon, vitamin D, dan membran sel. Sekitar 70–80 persen kolesterol diproduksi oleh hati, sedangkan sisanya berasal dari makanan. Artinya, meskipun seseorang mengurangi konsumsi makanan berlemak, kadar kolesterol tetap dapat meningkat jika produksi kolesterol oleh hati berlebihan atau proses pembuangannya terganggu.
Salah satu penyebab kolesterol tinggi adalah faktor keturunan atau hiperkolesterolemia familial. Pada kondisi ini, tubuh kesulitan membuang kolesterol LDL ("kolesterol jahat") dari aliran darah sehingga kadarnya tetap tinggi meski penderitanya sudah menjaga pola makan.
Tak hanya lemak, konsumsi gula berlebih dan karbohidrat olahan seperti minuman manis, kue, roti putih, atau makanan ultra-proses juga dapat meningkatkan kadar trigliserida dan memengaruhi profil kolesterol. Kelebihan gula akan diubah oleh hati menjadi lemak, yang pada akhirnya dapat meningkatkan risiko dislipidemia.
Kurangnya aktivitas fisik juga berkontribusi terhadap tingginya kolesterol. Olahraga secara rutin membantu meningkatkan kadar HDL (kolesterol baik) yang berfungsi membawa kolesterol berlebih kembali ke hati untuk dibuang. Sebaliknya, gaya hidup sedentari dapat meningkatkan kadar LDL dan trigliserida.
Beberapa kondisi kesehatan juga dapat menyebabkan kolesterol meningkat seperti diabetes, hipotiroidisme. penyakit ginjal kronis hingga penyakit hati tertentu. Selain itu, beberapa jenis obat seperti kortikosteroid dan obat tertentu untuk tekanan darah juga dapat memengaruhi kadar kolesterol.
Menjaga kolesterol tidak cukup hanya dengan mengurangi gorengan atau daging berlemak, tetapi juga perlu menerapkan pola makan seimbang, rutin berolahraga, menjaga berat badan ideal, dan melakukan pemeriksaan kesehatan secara berkala.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....