Cuaca Panas Bisa Kuras Energi, Begini Penjelasan Ilmiahnya
- 01 Jul 2026 18:12 WIB
- Jember
RRI.CO.ID, Jember, Pernah merasa lebih cepat lelah saat cuaca sedang terik? Aktivitas yang biasanya terasa ringan mendadak menjadi lebih berat, tubuh mudah berkeringat, napas terasa lebih cepat, bahkan muncul rasa mengantuk. Ternyata, kondisi tersebut bukan sekadar perasaan, melainkan respons alami tubuh terhadap suhu lingkungan yang tinggi.
Menurut World Health Organization dalam panduan Heat and Health yang diperbarui pada 2025 bahwa panas memberikan tekanan tambahan pada tubuh manusia. Kemampuan tubuh mengatasi panas bergantung pada usia, kondisi kesehatan, dan lingkungan. Sementara itu, Centers for Disease Control and Prevention (CDC) menjelaskan pada pembaruan panduannya tahun 2024 bahwa dehidrasi akibat panas dapat menyebabkan kelelahan, pusing, hingga penurunan kemampuan tubuh dalam mengatur suhu.
Para ahli menjelaskan bahwa saat cuaca panas, tubuh harus bekerja lebih keras untuk menjaga suhu inti tetap normal. Proses inilah yang membuat energi lebih cepat terkuras sehingga seseorang lebih mudah merasa lelah.
Ketika suhu udara meningkat, pembuluh darah di kulit akan melebar (vasodilatasi) agar panas tubuh dapat dilepaskan ke lingkungan. Untuk mendukung proses tersebut, jantung harus memompa darah lebih banyak ke permukaan kulit. Akibatnya, detak jantung meningkat dan tubuh membutuhkan energi lebih besar dibandingkan saat cuaca sejuk.
Berkeringat merupakan cara alami tubuh mendinginkan diri. Namun, semakin banyak keringat yang keluar, semakin banyak pula cairan dan elektrolit seperti natrium dan kalium yang hilang. Jika tidak segera diganti dengan minum air yang cukup, tubuh akan mengalami dehidrasi ringan hingga berat. Dehidrasi dapat menyebabkan tubuh terasa lemas, sakit kepala, sulit berkonsentrasi, pusing & mudah mengantuk.
Saat cuaca panas, tubuh mengalihkan sebagian energi untuk menjaga suhu tetap stabil. Akibatnya, energi yang tersedia untuk aktivitas fisik menjadi berkurang. Inilah sebabnya mengapa berjalan, berolahraga, atau bekerja di luar ruangan terasa lebih melelahkan dibandingkan pada suhu yang lebih rendah.
Panas berlebih juga dapat memengaruhi fungsi otak. Seseorang yang terpapar suhu tinggi dalam waktu lama bisa mengalami penurunan konsentrasi, waktu reaksi yang lebih lambat, hingga mudah merasa mengantuk. Pada kondisi yang lebih berat, panas ekstrem dapat menyebabkan heat exhaustion atau bahkan heat stroke, yang merupakan keadaan darurat medis.
Untuk mengurangi dampak cuaca panas, beberapa langkah yang dapat dilakukan antara lain minum air putih secara rutin dan jangan menunggu haus, konsumsi makanan bergizi untuk menjaga energi tubuh, beristirahat di tempat yang teduh atau ber-AC, hindari aktivitas berat pada siang hari, gunakan pakaian yang tipis, longgar, dan berwarna terang.
Tubuh cepat lelah saat cuaca panas karena harus bekerja lebih keras untuk menjaga suhu tetap normal. Jantung memompa darah lebih banyak, tubuh kehilangan cairan melalui keringat, dan energi terkuras untuk proses pendinginan alami. Oleh karena itu, menjaga kecukupan cairan dan menghindari paparan panas berlebihan menjadi langkah penting agar tubuh tetap bugar.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....