Waspada! Gelombang Panas Tingkatkan Risiko Serangan Jantung dan Heat Stroke
- 01 Jul 2026 17:09 WIB
- Jember
RRI.CO.ID, Jember - Gelombang panas (heatwave) menjadi fenomena cuaca ekstrem yang semakin sering terjadi di berbagai belahan dunia akibat perubahan iklim. Kondisi ini tidak hanya menyebabkan rasa tidak nyaman, tetapi juga dapat berdampak serius pada kesehatan, terutama organ-organ vital seperti jantung, ginjal, dan otak.
Para ahli kesehatan mengingatkan bahwa paparan suhu tinggi dalam waktu lama dapat meningkatkan risiko dehidrasi, gangguan sirkulasi darah, hingga kegagalan fungsi organ jika tidak segera ditangani. Organisasi Kesehatan Dunia (World Health Organization) dalam panduan kesehatan terkait gelombang panas yang diperbarui pada 2025 menyatakan bahwa stres akibat panas merupakan penyebab utama kematian terkait cuaca dan dapat memperburuk penyakit jantung, ginjal, serta pernapasan.
DIlansir dari laman cdc.gov, saat cuaca sangat panas, tubuh akan berusaha mendinginkan diri dengan melebarkan pembuluh darah dan meningkatkan aliran darah ke permukaan kulit. Akibatnya, jantung harus bekerja lebih keras untuk memompa darah. Pada orang yang memiliki penyakit jantung atau tekanan darah tinggi, kondisi ini dapat meningkatkan risiko serangan jantung, gagal jantung, hingga gangguan irama jantung.
Suhu tinggi membuat tubuh kehilangan banyak cairan melalui keringat. Jika cairan yang hilang tidak segera diganti, tubuh mengalami dehidrasi. Dehidrasi dapat mengurangi aliran darah ke ginjal sehingga organ tersebut bekerja lebih berat. Dalam kondisi yang berat, seseorang berisiko mengalami cedera ginjal akut (Acute Kidney Injury/AKI).
Paparan panas ekstrem juga dapat memengaruhi fungsi otak. Ketika suhu tubuh meningkat terlalu tinggi, seseorang dapat mengalami pusing, sulit berkonsentrasi, kebingungan, kejang dan bisa membuat penurunan kesadaran. Pada kondisi yang paling berat, dapat terjadi heat stroke, yaitu keadaan darurat medis ketika suhu tubuh mencapai lebih dari 40°C dan mekanisme pendinginan tubuh gagal bekerja.
Beberapa kelompok yang lebih rentan terhadap dampak gelombang panas antara lain lansia, bayi dan anak-anak, ibu hamil, penderita penyakit jantung, penderita penyakit ginjal, pekerja luar ruangan dan atlet yang beraktivitas di bawah sinar matahari.
Untuk menghindari dampak buruk gelombang panas, masyarakat disarankan untuk minum air putih secara cukup meski belum merasa haus, menghindari aktivitas berat pada siang hari, mengenakan pakaian yang ringan dan berwarna terang, berada di tempat yang teduh atau berpendingin udara dan mengenali gejala awal seperti pusing, lemas, atau mual. Jika seseorang mengalami kebingungan, kehilangan kesadaran, atau suhu tubuh sangat tinggi, segera cari pertolongan medis.
Gelombang panas bukan hanya persoalan cuaca, tetapi juga ancaman serius bagi kesehatan. Paparan suhu tinggi dapat membebani kerja jantung, mengganggu fungsi ginjal, hingga memengaruhi otak apabila tubuh tidak mampu mengatur suhu dengan baik. Karena itu, penting untuk menjaga kecukupan cairan, menghindari paparan panas berlebihan, dan segera mencari pertolongan medis jika muncul tanda-tanda heat stroke atau gangguan kesehatan akibat panas.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....