Ini Kelompok Orang yang Perlu Batasi Konsumsi Telur
- 31 Mei 2026 10:13 WIB
- Jember
RRI.CO.ID, Jember – Telur dikenal sebagai salah satu bahan pangan bernutrisi tinggi yang memiliki banyak manfaat bagi kesehatan tubuh. Dalam satu butir telur seberat sekitar 50 gram terkandung 6 hingga 7 gram protein yang terdapat pada putih dan kuning telur.
Putih telur kaya albumin yang berperan dalam pemeliharaan otot dan mendukung sistem kekebalan tubuh. Sementara kuning telur mengandung berbagai nutrisi penting seperti lemak, vitamin A, D, E, K, hingga kolin yang baik untuk kesehatan otak dan hati.
“Telur merupakan sumber protein berkualitas tinggi dan mengandung semua sembilan asam amino esensial,” ujar dokter dari University of Medicine and Pharmacy at Ho Chi Minh City, Dinh Tran Ngoc Mai, dikutip dari VnExpress, Kamis, 10 Desember 2025.
Meski memiliki banyak manfaat, terdapat beberapa kelompok orang yang dianjurkan membatasi konsumsi telur agar tidak menimbulkan gangguan kesehatan.
Kelompok pertama adalah orang dengan riwayat alergi telur. Kondisi ini umumnya terjadi pada anak-anak dan dapat memicu reaksi seperti ruam kulit, sesak napas, hingga anafilaksis.
“Orang yang sebaiknya menghindari konsumsi telur termasuk mereka yang memiliki alergi telur,” tutur Dinh Tran.
Kelompok berikutnya ialah penderita kolesterol tinggi atau gangguan lipid. Kandungan kolesterol pada kuning telur dinilai dapat memengaruhi kadar kolesterol dalam tubuh jika dikonsumsi berlebihan.
Meski demikian, Dinh Tran menyebut konsumsi 1 hingga 2 butir telur per hari umumnya masih aman bagi kebanyakan orang.
“Namun, bagi kebanyakan orang, mengonsumsi 1–2 butir telur utuh per hari memiliki efek minimal pada kadar lipid darah,” ucapnya.
Penderita penyakit hati kronis seperti sirosis atau gagal hati juga disarankan membatasi konsumsi telur, terutama bagian kuningnya. Hal tersebut berkaitan dengan kebutuhan mengurangi asupan lemak untuk meringankan kerja metabolisme hati.
“Meskipun telur yang dikonsumsi secara moderat umumnya aman, orang dengan penyakit hati berlemak sebaiknya menghindari konsumsi kuning telur yang berlebihan,” ujar Dinh Tran.
Selain itu, penderita penyakit ginjal kronis juga perlu mengontrol konsumsi telur karena harus mengatur asupan protein harian agar tidak memicu komplikasi kesehatan.
“Orang dengan penyakit ginjal kronis perlu mengelola asupan protein, tetapi mereka masih dapat mengonsumsi putih telur, asalkan total protein harian mereka dihitung bersama tenaga medis atau ahli gizi,” katanya.
Kelompok terakhir yang perlu membatasi konsumsi telur adalah penderita diabetes dan obesitas. Sejumlah penelitian menunjukkan konsumsi telur berlebihan dapat meningkatkan risiko penyakit jantung pada kelompok tersebut.
Risiko penyakit jantung juga diketahui meningkat seiring bertambahnya usia. Karena itu, lansia dianjurkan lebih bijak mengatur konsumsi telur dalam pola makan sehari-hari.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....