Kapan Jadwal Minum Obat 3x1 yang Tepat?
- 17 Mei 2026 05:43 WIB
- Jember
RRI.CO.ID, Jember - Salah satu ketentuan mengonsumsi obat yang umum didapati adalah konsumsi obat 3 kali sehari atau 3x1. Pada konsumsi obat tersebut, seringkali orang mengonsumsinya pada waktu pagi, siang, dan malam. Agar lebih mudah, umumnya orang mengonsumsi obat setelah makan yang juga dilakukan 3 kali sehari pada waktu pagi, siang, dan malam. Hal ini terutama pada obat yang mengharuskan untuk diminum setelah makan. Meski begitu, jarang ditemukan ada anjuran khusus minum obat yang menyertakan jam waktu konsumsi.
Salah-salah, konsumsi obat di waktu tidak benar justru ditakutkan akan memberikan efek samping, atau malah memperparah sakit yang diderita. Lantas, kapan sebetulnya waktu minum obat 3 kali sehari yang tepat?
Guru Besar Farmasi Universitas Gadjah Mada (UGM), Zullies Ikawati mengatakan hal terpenting dalam minum obat dengan ketentuan tiga kali sehari yakni pada jarak intervalnya, yakni 8 jam dari obat pertama ke obat selanjutnya. Zullies memisalkan, jadwal minum obat dengan interval 8 jam yaitu pada pukul 06.00, 14.00, dan 22.00.
“Jadwal minum obat 3 kali sehari yang dianjurkan adalah misalnya pukul 06.00, 14.00, 22.00 atau variasi lain yang mendekati interval 8 jam,” jelas Zullies ketika dihubungi Kompas.com pada Senin (12/1/2026). Lebih lanjut, apabila seseorang ingin menyamakan jadwal minum obat dengan jam makan siang, misal disebabkan karena aturan minum obat setelah makan, Zullies mengatakan seseorang tidak diharuskan menunggu waktu jam makan besar.
“Tidak perlu menunggu makan besar, makan ringan sudah cukup untuk melindungi lambung,” jelas Zullies. Lebih lanjut, Zullies mengatakan hal terpenting dalam aturan minum obat 3 kali sehari adalah jarak waktu antardosis, dan bukan pada jam makan.
“Dalam farmakoterapi, terdapat aturan 3 kali sehari yang berarti obat diminum setiap sekitar 8 jam. Hal ini bertujuan agar kadar obat di dalam tubuh tetap stabil dan bekerja optimal,” jelas Zullies. Sementara itu, jika obat dikonsumsi pada jam makan, seringkali interval waktunya tidak sampai 8 jam.
“Seringkali sarapan dilakukan sekitar pukul 06.00, makan siang pukul 12.00, dan makan malam pukul 18.00. Pola tersebutlah yang membuat jarak antar waktu minum obat hanya sekitar 6 jam,” jelas Zullies.
Apa dampak minum obat tidak tepat waktu?
Zullies menjelaskan obat yang tidak diminum pada interval waktu 8 jam tentu akan memberikan dampak pada tubuh.
Dampak tersebut antara lain akan membuat kadar obat dalam darah tidak stabil.
“Jika obat diminum mengikuti jam makan tersebut, kadar obat dalam darah bisa menjadi tidak stabil, terlalu cepat naik pada satu waktu dan turun terlalu cepat sebelum dosis berikutnya, sehingga efektivitas obat dapat berkurang atau risiko efek samping meningkat,” jelas Zullies. Meski begitu Zullies menekankan yang dimaksud bukan larangan terhadap jam makan, melainkan peringatan agar interval dosis tidak terlalu rapat.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....