Minum Air Putih sebelum Tidur, Apakah Baik untuk Kesehatan?

  • 24 Apr 2026 16:53 WIB
  •  Jember

RRI.CO.ID, Jember - Minum air dalam jumlah yang cukup di awal malam dapat memberikan beberapa manfaat kesehatan. Mendengarkan sinyal tubuh dan menyesuaikan asupan air dapat membantu memaksimalkan manfaatnya tanpa mengganggu tidur.

Potensi manfaat minum air sebelum tidur meliputi:

1. Mencegah dehidrasi pada malam hari: Dehidrasi pada malam hari dapat menyebabkan mulut dan tenggorokan kering, sehingga mengganggu tidur dan mengganggu siklus tidur. Ini juga dapat membuat kamu terbangun dengan sakit tenggorokan.

2. Mendukung kesehatan otak dan mencegah sakit kepala: Hidrasi berdampak langsung pada kesehatan otak. Dehidrasi dapat menyebabkan kabut otak dan sakit kepala, bahkan pada malam hari, sehingga tetap terhidrasi dapat membuat tidur lebih nyenyak dan memulihkan.

3. Meningkatkan kesehatan kulit: Kulit dehidrasi bisa menjadi lebih rentan terhadap kondisi kulit seperti kulit kering atau kerutan dini. Menjaga hidrasi dengan minum air yang cukup dapat membantu menjaga kelembapan dan elastisitas kulit.

Dalam sehari, kapan sebaiknya berhenti minum

Umumnya, kamu disarankan untuk berhenti minum air dua jam sebelum tidur. Dengan cara ini, kamu tidak membanjiri tubuh dengan cairan ekstra yang dapat menyebabkan kamu terbangun ke kamar mandi tengah malam. Kalau memang kamu merasa perlu minum air sebelum tidur, baik karena mulut atau tenggorokan terasa kering atau kamu harus minum obat pada malam hari, minum sedikit tidak masalah.

Sebagai aturan umum, minumlah kurang dari segelas air dalam dua jam terakhir sebelum tidur jika perlu, dan minumlah sedikit-sedikit. Ini juga berlaku untuk minuman lainnya. Cobalah untuk menghindari cairan seperti alkohol, jus, dan teh dalam dua jam terakhir sebelum tidur.

Hal-hal yang perlu dipertimbangkan tentang minum air sebelum tidur

Meskipun dapat menjaga hidrasi, tetapi minum air sebelum tidur dapat menyebabkan masalah tidur bagi beberapa orang. Contohnya pada orang dengan nokturia, kondisi sering berkemih pada malam hari. Nokturia dapat mengganggu siklus tidur, dan akibatnya dikaitkan dengan penurunan produktivitas, terjatuh dan kecelakaan, serta depresi.

Minum terlalu banyak air sebelum tidur berkontribusi terhadap nokturia, terutama bagi orang dengan kondisi tertentu seperti penyakit ginjal atau diabetes, atau mereka yang minum obat diuretik. Dalam beberapa kasus, nokturia mungkin merupakan gejala sleep apnea.

Risiko nokturia bisa diminimalkan dengan:

Mengurangi asupan cairan pada malam hari.

Menghindari alkohol, kafein, dan minuman manis sebelum tidur.

Tanyakan kepada dokter apakah kamu bisa minum obat diuretik pada pagi hari.

Mencatat berapa banyak cairan yang kamu minum setiap malam, termasuk makanan yang mengandung air seperti buah, dapat membantu mengidentifikasi hubungan antara asupan cairan dan buang air kecil pada malam hari. Jika masih sering buang air kecil pada malam hari setelah mengurangi jumlah air yang diminum pada malam hari, konsultasikan dengan dokter.

Selain itu, mengurangi asupan cairan pada malam hari bisa membantu mengurangi episode mengompol. Sebaiknya kosongkan kandung kemih untuk terakhir kalinya tepat sebelum tidur. Namun, mengompol biasanya merupakan masalah yang lebih banyak menyerang anak-anak dibanding orang dewasa. Minum segelas air sebelum tidur memang bisa bermanfaat, tetapi di sisi lain ini juga berpotensi mengganggu tidur karena bisa menyebabkan kamu terbangun untuk kencing.

Kalau kamu merasa sangat haus sebelum tidur, cobalah minum air sedikit. Namun, saran terbaik adalah tetap terhidrasi sepanjang hari agar kamu tidak perlu minum terlalu banyak sebelum tidur.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....