Dinkes Bondowoso Kebut Imunisasi Campak

  • 09 Apr 2026 19:19 WIB
  •  Jember

RRI.CO.ID, Bondowoso - Pemkab Bondowoso melalui Dinas Kesehatan (Dinkes) terus mengebut imunisasi campak di bulan April 2026.

Ini merupakan realisasi program imunisasi kejar serentak dari Kementerian Kesehatan RI dalam upaya mencegah terjadinya kejadian luar biasa (KLB) seperti kabupaten lainnya.

Menurut Kepala Dinas Kesehatan Bondowoso, Moch. Jasin, hingga saat ini capaian imunisasi campak di Bondowoso telah mencapai 97,01 persen.

Secara rinci yakni imunisasi kejar serentak sasarannya bayi di bawah 2 tahun (baduta) dan balita. Untuk baduta jumlah sasarannya 82 dan untuk balita jumlah sasarannya 138.

"Memang belum 100 persen, tapi sudah sesuai target Kemenkes RI," ujarnya, Kamis (9/4/2026).

Ia menerangkan pihaknya mengejar capaian 100 persen dengan mengajak orang tua untuk memvaksin anaknya. Baik melalui Posyandu, layanan kesehatan, dan bidan desa.

Pihaknya memastikan imunisasi gratis, terlebih stok vaksinnya aman. Jumlah vaksin yang tersedia saat ini di Instalasi Farmasi Kabupaten (IFK) 7.730 dosis, jumlah ini di luar persediaan di Puskesmas.

Sehingga bisa dipastikan vaksinnya cukup untuk imunisasi kejar dan imunisasi reguler campak tahun 2026.

"Stok vaksinnya aman," ujarnya.

Dia menyebut di Bondowoso hingga saat ini kasus campak masih kategori suspek, belum positif. Ada 17 balita yang tersebar di 8 kecamatan yang suspek campak.

Bahkan saat ini pihaknya masih menunggu hasil uji laboratoriumnya dari Dinas Kesehatan Provinsi Jatim. Namun dipastikan kondisinya sudah membaik semua.

"Ada tapi suspek, kita sudah kirim sampelnya ke Surabaya. Hasilnya belum keluar, masih suspek," ungkapnya.

Masyarakat Bondowoso diminta untuk tidak termakan informasi bohong atau hoaks tentang imunisasi campak. Menurut Jasin, imunisasi campak pada balita harus dilakukan agar menekan kemungkinan tertular campak seperti yang terjadi di kabupaten lainnya.

Di lain sisi, campak ini juga menular bahkan bisa berakibat pada kematian karena infeksi paru-paru dan radang otak akibat campak.

"Kami mengimbau masyarakat tidak terpengaruh dengan ujaran hoaks tentang campak ini," ungkapnya.

Dia menyebut beberapa gejala klinis yang terlihat pada balita yakni diawali dengan panas tinggi 2-3 hari. Kemudian diikuti merah-merah di daerah wajah, telinga, leher, hingga dada.Termasuk disertai batuk dan pilek, dan warna mata merah.

"Kalau warna matanya merah, itu khas dari campak," jelasnya.

Dia mengatakan penanganan awal yang bisa dilakukan yakni diberi makan dan minuman dengan gizi tinggi serta istirahat yang cukup.

"Jadi asupan makanan yang terjaga, obat panas. Tak ada pengobatan spesifik ya, hanya obat panas. Kemudian kalau memungkinkan, memang kakaknya jangan bersentuhan secara langsung selama 4 hari. Itu menular," pungkasnya.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....