Tak Selalu Sehat, Ini Risiko Mengunyah Permen Karet
- 09 Apr 2026 14:35 WIB
- Jember
RRI.CO.ID - Jember, Kebiasaan mengunyah permen karet masih cukup populer di kalangan masyarakat, baik untuk menyegarkan napas maupun sekadar mengisi waktu. Namun, di balik kebiasaan tersebut, muncul pertanyaan: apakah mengunyah permen karet baik atau justru berdampak buruk bagi kesehatan?
Para ahli menyebutkan bahwa mengunyah permen karet tidak sepenuhnya berbahaya, bahkan dapat memberikan sejumlah manfaat jika dilakukan dengan bijak. Salah satunya adalah membantu merangsang produksi air liur yang berfungsi membersihkan sisa makanan dan menetralkan asam di dalam mulut. Hal ini dapat membantu menjaga kesehatan gigi dan mulut.
Selain itu, mengunyah permen karet juga diketahui dapat meningkatkan fokus dan konsentrasi, terutama saat seseorang sedang bekerja atau belajar. Tidak sedikit pula yang merasakan efek relaksasi ringan saat mengunyah, sehingga membantu mengurangi stres.
Namun demikian, kebiasaan ini juga memiliki sisi negatif jika dilakukan secara berlebihan. Mengunyah permen karet terus-menerus dapat menyebabkan kelelahan pada otot rahang, bahkan berpotensi memicu gangguan sendi rahang.
| Baca juga: Tips Cegah Penyakit Tidak Menular |
Di sisi lain, aktivitas mengunyah tanpa adanya makanan yang masuk ke dalam tubuh dapat merangsang produksi asam lambung. Kondisi ini berisiko menimbulkan rasa tidak nyaman pada perut, seperti kembung atau perih, terutama bagi individu yang memiliki masalah pencernaan.
Permen karet yang mengandung gula juga dapat meningkatkan risiko kerusakan gigi jika dikonsumsi terlalu sering. Oleh karena itu, para ahli menyarankan untuk memilih permen karet bebas gula (sugar-free) sebagai alternatif yang lebih aman.
Mengunyah permen karet pada dasarnya aman dan bahkan bermanfaat jika dilakukan dalam batas wajar. Namun, jika menjadi kebiasaan yang berlebihan, justru dapat menimbulkan dampak negatif bagi kesehatan mulut, rahang, maupun pencernaan.
Masyarakat diimbau untuk tetap bijak dalam mengonsumsi permen karet, termasuk memperhatikan jenis dan frekuensinya, agar manfaat yang diperoleh lebih optimal tanpa menimbulkan risiko kesehatan.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....