Dampak Orangtua Toxic bagi Anak hingga Dewasa
- 04 Apr 2026 11:09 WIB
- Jember
RRI.CO.ID. Sebagian orang dibesarkan oleh orangtua toxic yang memprioritaskan kebutuhan sendiri, menggunakan manipulasi, dan menciptakan dinamika penuh ketegangan. Menurut Jenny Flora Wells, terapis klinis dan holistic therapist, orangtua yang toxic memiliki dampak yang besar pada kehidupan anak dari kecil hingga dewasa.
“Orangtua toxic menunjukkan pola perilaku yang memicu rasa bersalah, ketakutan, dan kecemasan karena cenderung mengutamakan kebutuhan mereka di atas kebutuhan anak,” ujarnya, seperti dilansir dari Best Life. Dampak orangtua toxic bisa memengaruhi cara mereka berinteraksi, mengenali diri, hingga membangun hubungan. Berikut penjelasan ahli soal dampak orangtua toxic terhadap kehidupan anak.
| Baca juga: Manfaat Jalan Kaki Harian |
Apa Itu orangtua toxic?
Meski istilah toxic bukan diagnosis klinis, banyak terapis menggunakan istilah ini untuk menggambarkan pola perilaku bermasalah yang merugikan anak, baik secara emosional maupun mental. Terapis klinis Christina McWalter Granahan menyebutkan orangtua toxic umumnya tidak mampu bertanggung jawab atas perilakunya. “Mereka yang tidak memiliki kemampuan atau kemauan untuk melakukan refleksi diri, sehingga tidak bisa mengambil tanggung jawab atas perilaku mereka,” katanya.
Toxic parenting tidak selalu berbentuk kekerasan fisik. Banyak perilaku berbahaya yang lebih halus, seperti manipulasi emosional, kontrol berlebihan, atau komunikasi yang tidak stabil. Konselor dan pendiri Mindful Kindness Counseling, Bonnie Scott menambahkan, orangtua toxic sering kali menciptakan kekacauan, bersifat tidak dapat diprediksi, dan sangat mengontrol.
Salah satu indikator paling jelas adalah bagaimana mereka memenuhi kebutuhan emosionalnya melalui anak. Jika kebutuhan tersebut dipenuhi dengan cara memicu rasa bersalah, ketakutan, atau kewajiban, maka pola itu bisa dikategorikan sebagai toxic. Dampak toxic parenting tidak berhenti ketika seorang anak dewasa dan mulai hidup mandiri. Banyak pola yang terbawa secara tidak sadar.
Menurut Scott, anak yang sering dikritik saat kecil berisiko menjadi perfeksionis ketika dewasa. Mereka belajar bahwa satu-satunya cara untuk merasa aman adalah dengan melakukan segalanya dengan sempurna. Orangtua toxic dapat memengaruhi cara anak memandang diri, merasa aman, dan menjalin hubungan hingga dewasa. Dampaknya tidak selalu terlihat langsung, tetapi terakumulasi dan menetap dalam berbagai aspek kehidupan.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....