Ini Penyebab Sering Lemas saat Puasa
- 28 Feb 2026 13:56 WIB
- Jember
RRI.CO.ID. Dokter Spesialis Gizi Klinik RS Pondok Indah, Puri Indah, Raissa Edwina Djuanda, menjelaskan bahwa ada sejumlah kesalahan umum yang kerap dilakukan saat sahur dan berbuka. Kesalahan ini membuat gula darah tidak stabil dan tubuh lebih cepat kehilangan energi.
Terlalu banyak karbohidrat sederhana
Mengonsumsi nasi putih berlebihan, mi instan, atau roti manis memang terasa mengenyangkan. Namun, jenis karbohidrat sederhana ini membuat gula darah cepat naik, lalu turun drastis. Akibatnya, tubuh lebih cepat merasa lemas dan lapar sebelum waktu berbuka.
Kurang protein dan lemak sehat
Protein dan lemak sehat membantu memperlambat pengosongan lambung sehingga rasa kenyang bertahan lebih lama. Tanpa keduanya, energi menjadi tidak stabil dan rasa lapar datang lebih cepat.
Kurang cairan
Dehidrasi ringan kerap tidak disadari. Padahal, kekurangan cairan bisa memicu pusing, sakit kepala, hingga rasa lemah. Minum dalam jumlah cukup sejak berbuka hingga sahur sangat penting untuk menjaga keseimbangan cairan tubuh.
Melewatkan sayur dan serat
Serat membantu menjaga kestabilan gula darah. Tanpa asupan sayur dan buah yang memadai, lonjakan dan penurunan energi terjadi lebih cepat.
Setelah menahan lapar dan haus seharian, keinginan untuk 'balas dendam' kerap sulit ditahan. Padahal, pola makan berlebihan saat berbuka justru bisa membuat tubuh terasa makin lelah.
Makan berlebihan dalam sekali waktu
Lonjakan gula darah yang terlalu cepat dapat menyebabkan rasa mengantuk dan lelah setelah makan. Tubuh membutuhkan waktu untuk menyesuaikan diri, bukan langsung menerima asupan dalam jumlah besar.
Terlalu banyak gorengan dan makanan berlemak
Makanan tinggi lemak membuat kerja lambung menjadi lebih berat. Alih-alih segar kembali, tubuh justru terasa begah dan lemah.
Minuman manis berlebihan
Minuman manis memang menggoda saat berbuka. Namun konsumsi berlebihan bisa menyebabkan 'energy crash' yaitu kondisi saat energi tubuh tiba-tiba merosot drastis setelah lonjakan gula darah.
Pola makan yang dianjurkan
Raissa menyarankan agar sahur dan berbuka diisi dengan kombinasi karbohidrat kompleks, protein, lemak sehat, serta serat. Karbohidrat kompleks seperti nasi merah, kentang, atau oat dicerna lebih lambat sehingga energi bertahan lebih lama. Selain itu, perhatikan juga pembagian porsi makan. Satu piring idealnya diisi dengan seperempat bagian karbohidrat, seperempat bagian lauk pauk sebagai sumber protein, serta setengah bagian sayur dan buah.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....