Dinkes Bondowoso Intensifkan Trapping Tikus Cegah Leptospirosis

  • 04 Jun 2026 14:09 WIB
  •  Jember

RRI.CO.ID, Bondowoso – Dinas Kesehatan Kabupaten Bondowoso mengintensifkan upaya pencegahan leptospirosis melalui kegiatan trapping atau penangkapan tikus di wilayah yang ditemukan kasus penyakit tersebut.

Kabid Pencegahan dan Penularan Penyakit Dinas Kesehatan Bondowoso, dr. Habib Muzakki, mengatakan langkah tersebut dilakukan untuk mengetahui keberadaan tikus yang berpotensi menjadi sumber penularan penyakit zoonosis tersebut.

“Yang pertama kita promosi kesehatan untuk PHBS (Pola Hidup Bersih dan Sehat). Tapi yang sekarang dilakukan adalah trapping,” kata Habib saat dikonfirmasi, Kamis, 4 Juni 2026.

Ia menjelaskan, trapping dilakukan setelah ditemukan kasus leptospirosis di suatu wilayah. Salah satu kegiatan terbaru dilaksanakan di Kecamatan Tenggarang yang menjadi lokasi temuan kasus terbanyak tahun ini.

“Kalau ada kasus, contoh sekarang itu ada kemarin di Tenggarang. Melakukan trapping di Tenggarang,” ujarnya.

Dalam kegiatan tersebut, petugas memasang jebakan tikus di lokasi yang diduga menjadi sumber penularan. Tikus yang tertangkap kemudian diperiksa lebih lanjut untuk mengetahui apakah membawa bakteri penyebab leptospirosis.

“Jadi kita menangkap tikus. Jebakan tikus itu kita pasang. Tikus tadi nanti kita bedah. Kita ambil ginjalnya. Nanti akan dicek di laboratorium di Provinsi,” tutur Habib.

Menurutnya, pemeriksaan tersebut penting karena leptospirosis merupakan penyakit zoonosis yang ditularkan dari hewan ke manusia. Hasil pemeriksaan laboratorium akan menjadi dasar untuk menentukan langkah pengendalian berikutnya.

Data Dinas Kesehatan Bondowoso menunjukkan, sepanjang Januari hingga Mei 2026 terdapat tujuh kasus leptospirosis. Jumlah tersebut lebih rendah dibandingkan sepanjang tahun 2025 yang mencapai 24 kasus dan menyebabkan satu pasien meninggal dunia.

Dinkes Bondowoso mengajak masyarakat menjaga kebersihan lingkungan, mengendalikan populasi tikus di sekitar rumah, serta menggunakan alat pelindung saat beraktivitas di area yang berisiko terkontaminasi.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....