Sulit BAB Selama Puasa?
- 28 Feb 2026 13:47 WIB
- Jember
RRI.CO.ID. Puasa pada dasarnya memiliki banyak manfaat bagi kesehatan jika dilakukan dengan pola yang tepat. Namun, ketika kebutuhan cairan dan serat tidak terpenuhi, risiko sembelit atau konstipasi bisa meningkat. kesulitan BAB atau dikenal dengan sembelit adalah kondisi ketika seseorang mengalami kesulitan atau ketidaknyamanan saat BAB. Biasanya ditandai dengan tinja yang keras, kering, serta frekuensi buang air besar kurang dari tiga kali dalam seminggu.
Mengutip Johns Hopkins Aramco Healthcare (JHAH), saat berpuasa tubuh awalnya menggunakan cadangan glukosa sebagai sumber energi. Setelah itu, tubuh mulai membakar lemak. Perubahan metabolisme ini wajar terjadi. Namun, jika asupan cairan kurang dan pola makan tidak seimbang maka, proses pencernaan bisa terganggu dan menyebabkan tinja menjadi lebih keras.
Cara mengatasi susah BAB selama puasa
Agar puasa tetap nyaman dan pencernaan lancar, berikut beberapa langkah yang bisa dilakukan.
| Baca juga: Tanda Kanker Serviks dari Telapak Kaki |
Penuhi kebutuhan cairan
Batasi minuman berkafein atau terlalu manis karena dapat memicu dehidrasi. Sebaiknya pastikan asupan cairan terpenuhi. Cara sederhana yang bisa diterapkan adalah membagi minum dalam beberapa waktu, misalnya saat berbuka, setelah salat tarawih, dan saat sahur.
Perbanyak asupan serat
Konsumsi buah dan sayur setiap hari dapat membantu menjaga pergerakan usus tetap teratur. Serat akan membantu melunakkan feses dan memperlancar BAB. Selain itu, pilih roti gandum dibanding roti putih, tambahkan sayuran pada menu sahur dan berbuka, serta konsumsi kacang-kacangan atau sup berbahan biji-bijian.
| Baca juga: Waspada Gangguan Telinga pada Anak |
Hindari makan berlebihan saat berbuka
Berbuka dengan porsi besar sekaligus dapat membuat sistem pencernaan bekerja lebih berat. Makanlah secara perlahan dan bertahap agar tubuh punya waktu mencerna makanan dengan baik.
Batasi makanan berlemak dan gorengan
Makanan tinggi lemak dan digoreng dapat memperlambat pengosongan lambung dan memperberat kerja usus. Sebaiknya pilih makanan yang dipanggang atau direbus.
Tetap aktif bergerak
Aktivitas fisik ringan seperti berjalan kaki setelah berbuka dapat membantu merangsang gerakan usus. Tubuh yang terlalu pasif justru membuat pencernaan semakin lambat.
Puasa tentu memberikan manfaat kesehatan, seperti membantu mengontrol berat badan, menurunkan kadar kolesterol jahat, serta meningkatkan kesehatan pencernaan jika dilakukan dengan benar. Namun, kunci utamanya adalah keseimbangan.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....