TP Polije Bawa Teknologi Tepat Guna, UMKM Zel's Kitchen Bondowoso Siap Melesat

  • 29 Sep 2026 18:20 WIB
  •  Jember

RRI.CO.ID, Jember : Jurusan Teknologi Pertanian (JTP) Politeknik Negeri Jember (Polije) mendorong peningkatan daya saing UMKM Zel's Kitchen di Kabupaten Bondowoso melalui penerapan teknologi tepat guna dan efisiensi produksi. Pendampingan tersebut dilaksanakan melalui kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat pada Jumat, 28 Agustus 2026, di UMKM Zel's Kitchen, Jalan Hos Cokroaminoto, Kelurahan Kademangan, Bondowoso.

Kegiatan yang melibatkan dosen JTP Polije mengusung tema “Penguatan Daya Saing UMKM Zel's Kitchen melalui Implementasi Teknologi Tepat Guna Berbasis Manajemen Efisiensi Produksi dan Diversifikasi Produk.”

Program tersebut dilakukan untuk menjawab sejumlah kendala yang selama ini dihadapi Zel's Kitchen dalam memenuhi permintaan pasar. Proses produksi yang masih dilakukan secara manual dinilai berpotensi menimbulkan pemborosan bahan baku, antrean pada beberapa tahapan produksi, serta risiko kerusakan peralatan karena belum optimalnya perawatan secara berkala.

"Penerapan teknologi tepat guna dan penataan alur kerja diharapkan dapat membuat proses produksi lebih cepat, higienis, dan mampu menjaga konsistensi kualitas produk" Ujar bu Putu Tessa salah satu tim dosen pelaksana, Selasa, 29 September 2026.

Pendampingan dilakukan melalui tiga strategi utama. Pertama, penerapan mesin dan peralatan semiotomatis yang disesuaikan dengan skala usaha Zel's Kitchen. Kedua, penataan ulang alur produksi dan pengurangan pemborosan bahan baku. Ketiga, diversifikasi produk melalui pengembangan varian rasa, perbaikan kemasan, serta peningkatan nilai tambah produk.

Hasil analisis dan penataan ulang alur produksi menunjukkan adanya pengurangan waktu siklus produksi hingga 35 persen. Tim juga menerapkan konsep aliran satu arah atau one-way flow, sehingga pergerakan bahan baku hingga produk jadi lebih teratur dan dapat mengurangi risiko kontaminasi silang.

Selain itu, Zel's Kitchen mendapatkan pendampingan dalam pemeliharaan peralatan melalui sistem preventive maintenance. Sistem tersebut meliputi jadwal pembersihan dan pelumasan, pemantauan kondisi mesin, hingga perencanaan penggantian suku cadang. Penerapan langkah tersebut disebut mampu menekan downtime mesin hingga 85 persen.

Pendampingan juga menyentuh pengembangan produk dan kemasan. Zel's Kitchen didorong untuk menghadirkan varian rasa yang sesuai dengan selera konsumen, terutama segmen anak muda dan pasar modern. Kemasan juga diarahkan menggunakan bahan food grade serta memenuhi ketentuan perizinan dan sertifikasi yang diperlukan.

Kegiatan dilaksanakan melalui beberapa tahapan, mulai dari audit kendala produksi, serah terima peralatan dan pelatihan penggunaannya, penataan ruang produksi, penyusunan standar operasional prosedur (SOP), hingga uji coba diversifikasi produk dan pendampingan pemasaran.

Pemilik UMKM Zel's Kitchen menyampaikan apresiasi atas pendampingan yang diberikan. Menurutnya, keberadaan peralatan baru dan pelatihan membuat pihaknya lebih percaya diri untuk melakukan inovasi dan mengembangkan usaha.

Pendampingan juga menghasilkan sejumlah rencana tindak lanjut, seperti penerapan sistem FIFO (First-In, First-Out) dalam pengelolaan bahan baku, penggunaan lembar kontrol peralatan pada setiap stasiun kerja, uji organoleptik produk baru, serta penghitungan kembali Harga Pokok Produksi (HPP).

Melalui program Pengabdian kepada Masyarakat tersebut, Polije berharap Zel's Kitchen dapat meningkatkan efisiensi produksi sekaligus memperkuat daya saing produknya. Pendekatan teknologi tepat guna yang diterapkan juga diharapkan dapat menjadi contoh bagi UMKM lain di Bondowoso untuk terus berinovasi dan berkembang secara berkelanjutan.

google-preference
Kata Kunci / Tags

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....