Titik Nadir Baterai: Waktu Ideal Mengecas Ponsel Pintar

  • 06 Agt 2026 22:02 WIB
  •  Jember

RRI.CO.ID, Jember - Penggunaan ponsel pintar telah menjadi kebutuhan harian yang tidak terpisahkan dari aktivitas masyarakat modern, mulai dari bekerja hingga berkomunikasi. Namun, penurunan kapasitas daya tampung baterai sering kali menjadi masalah klasik yang dikeluhkan oleh para pengguna seiring berjalannya waktu pemakaian perangkat. Kurangnya pemahaman mengenai siklus pengisian daya yang tepat kerap menjadi pemicu utama cepat rusaknya komponen penyuplai energi tersebut. Berdasarkan informasi yang dikutip RRI, Kamis 8 Agustus 2026, dari jurnal teknologi dan perangkat seluler berjudul "Lithium-Ion Battery Degradation and Optimal Charging Practices" oleh Dr. Ardiansyah Pratama, penerapan kebiasaan cas yang benar terbukti mampu memperpanjang usia pakai baterai secara signifikan.

Kesalahan umum yang sering dilakukan oleh sebagian besar pengguna adalah membiarkan daya baterai terkuras hingga benar-benar habis atau berada di angka nol persen sebelum menghubungkannya ke pengisi daya. Kebiasaan membiarkan ponsel mati total karena kehabisan tenaga justru memberikan tekanan berlebih pada komponen kimia di dalam baterai litium-ion. Berdasarkan hasil penelitian teknologi baterai tersebut, menjaga persentase daya tetap berada di kisaran dua puluh hingga delapan puluh persen merupakan cara paling efektif untuk meminimalkan keausan sel internal perangkat.

Selain menghindari kondisi habis total, kebiasaan mengisi daya ponsel semalaman hingga melebihi seratus persen juga harus diwaspadai karena berpotensi memicu suhu panas berlebih. Ketika baterai sudah mencapai kapasitas penuh namun tetap dialiri arus listrik dalam waktu lama, tekanan termal di dalam perangkat akan meningkat secara perlahan. Berdasarkan kajian pemeliharaan perangkat elektronik, peningkatan suhu yang konstan ini menjadi salah satu faktor utama yang merusak komponen kimia internal serta menurunkan efisiensi penyimpanan daya secara permanen.

Faktor penting lainnya yang perlu diperhatikan saat melakukan pengisian daya adalah menghindari penggunaan ponsel secara aktif untuk aktivitas berat seperti bermain gim atau menonton video streaming. Aktivitas komputasi yang tinggi secara bersamaan dengan proses pengisian daya akan melipatgandakan suhu panas pada mesin dan baterai secara drastis. Berdasarkan standar operasional perawatan gawai, membiarkan ponsel beristirahat sejenak selama proses pengisian berlangsung akan menjaga kestabilan arus dan melindungi kesehatan perangkat dalam jangka panjang.

Oleh karena itu, membiasakan diri untuk mengisi daya dengan porsi yang pas dan menghindari kebiasaan buruk pengecasan merupakan langkah bijak untuk merawat investasi gawai kesayangan. Perubahan kebiasaan kecil dalam memperlakukan baterai ponsel akan mendatangkan manfaat besar berupa daya tahan perangkat yang lebih awet dan prima. Dengan kedisiplinan yang konsisten, pengguna dapat menghindari pengeluaran biaya tak terduga untuk penggantian suku cadang baterai di masa mendatang.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....