Hidup Digital Perlu Batas yang Sehat
- 07 Sep 2026 12:01 WIB
- Jember
RRI.CO.ID, Jember - Teknologi digital telah menjadi bagian dari kehidupan sehari-hari. Pekerjaan, komunikasi, hiburan hingga mencari informasi kini dapat dilakukan melalui perangkat yang sama. Kemudahan tersebut membuat seseorang bisa tetap terhubung kapan saja, tetapi penggunaan teknologi tanpa batas juga dapat membuat waktu istirahat dan aktivitas di dunia nyata semakin berkurang.
Organisasi Kesehatan Dunia atau WHO pada 2025 menjelaskan bahwa lingkungan digital dapat memberikan manfaat sekaligus risiko bagi kesehatan mental. Teknologi dapat membantu seseorang berkomunikasi, belajar dan memperoleh berbagai layanan, tetapi penggunaan yang berlebihan atau perilaku digital yang tidak sehat juga dapat memberikan dampak negatif.
Menurut psikolog Andrew Przybylski pada 2024, hubungan antara penggunaan teknologi digital dan kesejahteraan tidak sesederhana semakin lama menggunakan perangkat maka semakin buruk kondisinya. Penggunaan teknologi dalam kadar tertentu justru dapat memberikan manfaat, sementara penggunaan yang berlebihan dapat menimbulkan dampak yang berbeda.
Karena itu, membangun kehidupan digital yang sehat bukan berarti harus meninggalkan ponsel atau media sosial sepenuhnya. Yang lebih penting adalah mengetahui kapan teknologi membantu aktivitas dan kapan penggunaannya mulai mengambil terlalu banyak waktu.
Salah satu batas yang dapat diterapkan adalah menentukan waktu khusus untuk menggunakan perangkat. Seseorang dapat mengatur waktu untuk membuka media sosial, menonton video, bermain gim, atau membaca berita sehingga aktivitas tersebut tidak berlangsung tanpa disadari selama berjam-jam.
Batas juga penting ketika seseorang sedang bekerja atau belajar. Notifikasi yang terus bermunculan dapat membuat perhatian berpindah dari satu aktivitas ke aktivitas lainnya. Mematikan notifikasi yang tidak penting atau menempatkan ponsel sedikit lebih jauh dapat membantu seseorang mempertahankan fokus.
Waktu menjelang tidur juga sebaiknya tidak sepenuhnya dihabiskan dengan perangkat digital. Kebiasaan membuka media sosial atau menonton berbagai konten tanpa batas dapat membuat seseorang terus terjaga meskipun tubuh sebenarnya sudah membutuhkan istirahat.
WHO pada 2025 juga menekankan pentingnya menciptakan lingkungan digital yang aman dan mendukung kesejahteraan. Artinya, bukan hanya durasi penggunaan yang perlu diperhatikan, tetapi juga jenis konten yang dikonsumsi dan bagaimana interaksi seseorang berlangsung di ruang digital.
Memilih konten dengan lebih sadar menjadi bagian penting dari kebiasaan digital yang sehat. Jika sebuah akun, berita, atau percakapan justru membuat seseorang terus merasa tertekan, marah, cemas, atau membandingkan dirinya dengan orang lain, pengguna dapat mempertimbangkan untuk berhenti mengikuti atau membatasi interaksi dengan konten tersebut.
Di sisi lain, teknologi juga dapat digunakan untuk mendukung kehidupan yang lebih sehat. Aplikasi olahraga dapat membantu mencatat aktivitas fisik, aplikasi kalender dapat membantu mengatur pekerjaan, sementara layanan komunikasi digital memungkinkan seseorang tetap terhubung dengan keluarga dan teman yang berada jauh.
Karena itu, teknologi seharusnya ditempatkan sebagai alat, bukan sesuatu yang mengendalikan seluruh aktivitas sehari-hari. Seseorang tetap membutuhkan waktu untuk bergerak, berbicara secara langsung dengan orang lain, menikmati lingkungan sekitar, beristirahat, dan melakukan kegiatan tanpa harus selalu terhubung dengan layar.
Membangun batas digital juga tidak harus dilakukan secara drastis. Langkah sederhana seperti menyediakan waktu bebas gawai saat makan, berjalan kaki tanpa terus memeriksa ponsel, mematikan notifikasi tertentu, atau menentukan waktu berhenti menggunakan media sosial dapat menjadi awal.
Pada akhirnya, hidup sehat di era digital bukan berarti menjauh dari teknologi. Justru, kemampuan menggunakan teknologi secara sadar dan sesuai kebutuhan menjadi hal penting. Ketika seseorang mampu menentukan kapan harus terhubung dan kapan perlu beristirahat dari dunia digital, teknologi dapat tetap memberikan manfaat tanpa mengambil alih kehidupan sehari-hari.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....