PGRI Bondowoso Luncurkan PGRI Power, Dorong Guru Kuasai AI dan Coding
- 25 Jul 2026 11:43 WIB
- Jember
RRI.CO.ID, Bondowoso – Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) Kabupaten Bondowoso meluncurkan program PGRI Power sekaligus menggelar Bimbingan Teknis (Bimtek) Penyusunan Perangkat Pembelajaran Berbasis Artificial Intelligence (AI), Sabtu, 25 Juli 2026.
Program yang digelar di Kantor PGRI tersebut ditargetkan dapat menjangkau sedikitnya 1.000 guru di Kabupaten Bondowoso.
Dalam kegiatan tersebut, sebanyak 138 guru mengikuti pelatihan secara langsung, sementara peserta lainnya mengikuti kegiatan secara daring. Peserta berasal dari berbagai jenjang pendidikan, mulai dari guru TK hingga SLTA.
Ketua PGRI Bondowoso, Suhartono, mengatakan PGRI Power merupakan tindak lanjut dari program PGRI Pusat yang diluncurkan sebagai upaya mendorong para guru agar mampu beradaptasi dengan perkembangan teknologi digital, khususnya coding dan AI.
Menurutnya, Jawa Timur menjadi salah satu provinsi pelopor dalam peluncuran program tersebut. Karena itu, PGRI Bondowoso berkomitmen untuk ikut mengawal peningkatan kualitas pendidikan melalui peningkatan kompetensi dan kemampuan digital para guru.
"PGRI Power itu tujuannya tidak lain adalah mengajak guru untuk adaptif terhadap perkembangan digital saat ini. Tidak ada alasan guru itu tidak bisa digital di era seperti ini," ujar Suhartono.
Ia menegaskan, kehadiran AI dalam dunia pendidikan bukan untuk menggantikan peran guru. Sebaliknya, teknologi tersebut harus dimanfaatkan sebagai alat pendukung pembelajaran, sementara guru tetap memiliki peran utama dalam membimbing dan mendampingi peserta didik.
"Yang perlu dicatat bahwa keberadaan coding dan AI ini bukan pengganti guru. Guru tetap selamanya berada di murid. Peran guru tetap mengawal bagaimana memanfaatkan coding dan AI itu sesuai peruntukannya," katanya.
Suhartono menyebut, PGRI Bondowoso menargetkan program PGRI Power dapat menjangkau 1.000 guru. Untuk mencapai target tersebut, pelatihan akan dilaksanakan secara bertahap dengan pola pembelajaran in-on agar peserta tidak hanya mengikuti pelatihan secara langsung, tetapi juga dapat mengembangkan dan menerapkan pengetahuan yang diperoleh.
Materi pelatihan mencakup pemanfaatan coding dan AI, termasuk pengenalan berbagai perangkat dan platform yang dapat digunakan guru dalam mendukung proses pembelajaran.
"Ini menjadi pembahasan yang serius. Karena itu berbayar seperti itu," ungkapnya.
Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan Bondowoso, Taufan Restuanto, mengatakan peningkatan kompetensi guru menjadi kebutuhan penting seiring pesatnya perkembangan teknologi. Guru harus terus meningkatkan profesionalisme agar tidak tertinggal dalam memahami teknologi seperti AI dan coding.
" Harus paham tentang AI, harus paham tentang coding, kita jangan sampai tertinggal," kata Taufan.
Menurutnya, tantangan guru saat ini berbeda dengan masa sebelumnya. Peserta didik yang merupakan generasi digital memiliki akses luas terhadap informasi melalui internet sehingga guru dituntut memiliki kemampuan lebih dalam memanfaatkan teknologi sebagai bagian dari proses pembelajaran.
"Guru itu bukan lagi terpandai, terpintar di kelas. Bukan lagi, karena anak-anak bisa mengunggah sendiri, bisa download sendiri informasi-informasi itu," ujarnya.
Taufan menambahkan, pemanfaatan teknologi dalam pembelajaran juga perlu didukung dengan ketersediaan perangkat. Ia menilai sebagian besar guru saat ini telah memiliki perangkat digital seperti laptop yang dapat digunakan untuk menunjang kegiatan pembelajaran.
"Bagaimana kita bisa menggunakan teknologi ini untuk mendukung pembelajaran," pungkasnya.
Selain itu, penggunaan teknologi pembelajaran juga mulai didukung dengan keberadaan Papan Digital Interaktif atau Interactive Flat Panel (IFP) di sekolah. Perangkat tersebut merupakan layar sentuh berukuran besar yang menggabungkan fungsi komputer, papan tulis, dan proyektor.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....