FKM Universitas Jember Luncurkan SIPETRAN

  • 21 Agt 2026 02:05 WIB
  •  Jember

RRI.CO.ID, Jember — Tim Pelaksana Program Penguatan Kapasitas Organisasi Kemahasiswaan (PPK Ormawa) Himpunan Mahasiswa Gizi (HIMAGIZI) Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Jember (UNEJ) meluncurkan SIPETRAN (Sistem Pemberdayaan Terpadu Desa Hutan Berkelanjutan) di Balai Desa Gunungsari, Kecamatan Maesan, Kabupaten Bondowoso, Rabu (19/8/2026).

Program ini mengintegrasikan konservasi lingkungan, pengelolaan sampah, pangan bergizi, kesehatan masyarakat, dan penguatan ekonomi lokal untuk mendorong kemandirian desa.

Desa Gunungsari yang berada di lereng Gunung Argopuro memiliki potensi hutan sekitar 57 hektare serta komoditas kopi robusta, jagung, dan padi. Produksi kopi mencapai sekitar 30 ton per tahun dan jagung 13 ton per tahun. Namun, sebagian hasil pertanian masih dijual mentah sehingga nilai tambah ekonomi masyarakat belum optimal.

Di sisi lain, masih terdapat persoalan sampah organik dan limbah peternakan, keterbatasan daerah resapan air, serta persoalan kesehatan seperti anemia dan kekurangan energi kronis (KEK) pada ibu hamil. Kasus diare juga meningkat dari 41 kasus pada 2025 menjadi 48 kasus hingga Februari 2026.

Ketua Tim PPK Ormawa HIMAGIZI UNEJ, Oktavia Rahma Ramadhani, mengatakan SIPETRAN dirancang dengan menempatkan masyarakat sebagai aktor utama perubahan.

“SIPETRAN kami bangun dari potensi dan kebutuhan masyarakat Gunungsari. Potensi kopi, jagung, lingkungan, dan sumber daya manusia kami satukan dengan edukasi gizi, pengelolaan lingkungan, teknologi, serta penguatan ekonomi agar masyarakat dapat berkembang secara mandiri,” ujarnya.

SIPETRAN dikembangkan melalui konsep Desa Hutan Berkelanjutan 5.0 dengan dukungan aplikasi SIPETRAN sebagai media edukasi, dokumentasi, monitoring, dan promosi produk lokal. Inovasinya meliputi pengolahan jagung menjadi Nugget SIJAGO, pengembangan Kopi SILOKA, pengelolaan sampah dan limbah peternakan, reboisasi, konservasi lahan, pengembangan daerah resapan air, Kebun Gizi, serta edukasi Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS).

Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan dan Alumni UNEJ, Dr. Fendi Setyawan, S.H., M.H., mengapresiasi pemilihan Gunungsari sebagai lokasi program karena memiliki potensi pertanian dan kawasan hutan. Ia menekankan pentingnya keberlanjutan program setelah kegiatan mahasiswa berakhir.

“Kalau program berakhir kemudian kegiatan juga berakhir, tentu tidak akan membawa dampak. Harapan kami program ini sustain. Kuncinya ada pada masyarakat, bagaimana masyarakat menerima inovasi itu, mengembangkannya, dan menjadikannya kebutuhan mereka sendiri,” tegasnya.

Dukungan juga disampaikan Pemerintah Kabupaten Bondowoso melalui Solihin, S.H., M.Si., Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Sekretariat Daerah. Ia menilai SIPETRAN tidak hanya menyentuh aspek lingkungan, tetapi juga pendidikan, ekonomi, kebudayaan, dan pemberdayaan masyarakat.

Pemkab Bondowoso berharap model pemberdayaan tersebut dapat dikembangkan di desa lainnya dan siap bersinergi agar SIPETRAN terus memberikan manfaat bagi masyarakat.

Melalui SIPETRAN, Desa Gunungsari diarahkan menjadi Desa MANDHÂRI—desa yang asri, lestari, dan mandiri dengan mengintegrasikan potensi lingkungan, pangan, kesehatan, teknologi, dan ekonomi masyarakat.

google-preference
Kata Kunci / Tags

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....