IPK Tinggi dan Aktif Organisasi, Rahasia Mahasiswa Keperawatan Unej

  • 20 Agt 2026 17:07 WIB
  •  Jember

RRI.CO.ID, Jember – Menjaga keseimbangan antara capaian Indeks Prestasi Kumulatif (IPK) yang tinggi, keaktifan dalam organisasi kampus, serta kehidupan sosial yang sehat menjadi tantangan tersendiri bagi kalangan mahasiswa tingkat akhir. Kunci utama untuk menghadapi tekanan akademis dan tuntutan peran sosial tersebut terletak pada kemampuan menentukan prioritas serta efisiensi manajemen waktu.

Hal tersebut terungkap dalam program siaran interaktif 'Jaga Malam' di Pro 2 RRI Jember yang dipandu oleh penyiar Devi Wulandari, Rabu (19/8/2026) malam. Dua narasumber yang hadir membedah dinamika kehidupan kampus dan memberikan strategi konkret agar mahasiswa tetap produktif tanpa mengabaikan kesehatan mental.

Mahasiswi Fakultas Keperawatan Universitas Jember, Bintang, menyampaikan bahwa motivasi meraih IPK tinggi dan aktif berorganisasi bersumber dari kesadaran akan persaingan kerja di masa depan. Menurutnya, dunia kerja tidak hanya membutuhkan kualifikasi akademis yang memadai, tetapi juga jaringan relasi serta keterampilan interpersonal yang terasah melalui organisasi.

"Kami menyadari bahwa tuntutan masa depan semakin tinggi. IPK menjadi standar penguasaan keilmuan, sementara organisasi membentuk relasi dan soft skill seperti pemecahan masalah (problem solving). Agar keduanya tidak mengganggu kewajiban utama, kami menerapkan skema manajemen waktu dengan mendahulukan prioritas akademik pada hari kerja serta fokus organisasi pada akhir pekan," ujar Bintang.

Senada dengan hal tersebut, mahasiswi Fakultas Keperawatan, Salsa, menekankan pentingnya mengenali kapasitas diri agar tidak mengalami pembaratan beban kerja (burnout). Ia membagikan kiat membagi porsi energi harian dan pentingnya meluangkan waktu untuk istirahat secara terjadwal di tengah padatnya aktivitas perkuliahan.

"Setiap mahasiswa perlu memetakan kapasitas dirinya secara terukur, misalnya menentukan porsi khusus untuk akademik, organisasi, dan interaksi sosial. Apabila jadwal rapat dan tugas mulai bentrok, langkah terpenting adalah kembali pada komitmen awal kuliah. Menyediakan satu hari khusus untuk beristirahat tanpa beban pekerjaan sangat penting demi menjaga stabilitas mental dan efektivitas belajar," kata Salsa.

Selain itu, diskusi interaktif tersebut juga menggarisbawahi pentingnya evaluasi diri secara berkala ketimbang membandingkan pencapaian pribadi dengan orang lain di media sosial. Kedua mahasiswa tersebut mengajak seluruh civitas akademika muda untuk tetap fokus pada pengembangan kompetensi diri, membina jaringan pertemanan yang saling mendukung, serta cermat memanfaatkan peluang selama menempuh pendidikan tinggi.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....