Polije Bekali SMKN 2 Jember dengan Teknologi Pengujian Kendaraan dan 3D Printing

  • 20 Agt 2026 17:18 WIB
  •  Jember

RRI.CO.ID, Jember – Deru kendaraan listrik dan suara mesin 3D printer menjadi bagian dari pengalaman baru siswa SMK Negeri 2 Jember. Selama dua hari, 18–19 Agustus 2026, mereka tidak hanya belajar dari buku dan ruang kelas, tetapi melihat langsung bagaimana teknologi digunakan untuk menguji performa kendaraan dan menghasilkan sebuah produk.

Pengalaman tersebut mereka dapatkan dalam kegiatan pengabdian kepada masyarakat yang digelar dosen Politeknik Negeri Jember (Polije) melalui program Edukasi Teknologi dan Prosedur Pengujian Performa Kendaraan serta Pengenalan Teknologi Desain dan Cetak 3D.

Bertempat di Teaching Factory (TeFa) 3D Printing Polije, kegiatan ini diikuti siswa SMK Negeri 2 Jember dari jurusan Teknik Alat Berat dan Teknik Sepeda Motor.

Ketua tim pengabdian, Alex Taufiqurrohman Zain, S.Si., M.T., mengatakan kegiatan tersebut menjadi salah satu bentuk penguatan kerja sama antara Polije dan SMK Negeri 2 Jember, khususnya dalam bidang pengabdian kepada masyarakat.

Bagi para siswa, kegiatan ini membuka kesempatan untuk mengenal lebih dekat teknologi yang selama ini mungkin hanya mereka dengar dalam pembelajaran.

Guru pendamping SMK Negeri 2 Jember, A. Firlani Romadhon, S.T., mengatakan pengenalan teknologi CAD dan 3D printing menjadi pengalaman penting bagi siswa karena materi tersebut belum banyak diperoleh di sekolah, seiring kurikulum yang belum secara khusus mengarah pada teknologi tersebut.

“Kegiatan ini menjadi sarana bagi siswa untuk memperoleh pengalaman secara langsung mengenai teknologi pengujian performa kendaraan sekaligus memahami perkembangan teknologi desain dan manufaktur berbasis Computer-Aided Design (CAD) serta 3D printing, terutama CAD dan 3D printingyang selama ini memang masih belum didapatkan perserta di Sekolah karena memang pengembangan kurikulum belum diarahkan ke sana” ungkap A. Firlani Kamis (20/8/2026).

Hari pertama diisi dengan pengenalan teknologi dan prosedur pengujian performa kendaraan. Siswa diajak memahami bagaimana sebuah kendaraan diuji, mulai dari parameter yang diukur, penggunaan peralatan, prosedur keselamatan kerja hingga membaca dan menginterpretasikan data hasil pengujian.

Tak berhenti pada teori, siswa juga mendapatkan pengalaman praktik pengujian performa kendaraan listrik. Dari proses tersebut, mereka dapat melihat secara langsung bagaimana teknologi pengujian diterapkan untuk mengetahui kemampuan sebuah kendaraan.

Memasuki hari kedua, perhatian siswa beralih dari kendaraan ke sebuah produk yang perlahan terbentuk melalui mesin pencetak tiga dimensi.

Siswa diperkenalkan pada tahapan pembuatan produk menggunakan teknologi 3D printing. Proses dimulai dari perancangan menggunakan perangkat lunak Computer-Aided Design (CAD), dilanjutkan dengan persiapan model melalui aplikasi slicer, hingga proses pencetakan menggunakan mesin 3D printer.

Teknologi tersebut memberikan gambaran kepada siswa bahwa sebuah produk tidak selalu harus dibuat melalui proses manufaktur konvensional. Dengan 3D printing, rancangan digital dapat diwujudkan menjadi prototipe maupun komponen secara cepat dan presisi.

TeFa 3D Printing Jurusan Teknik Polije sendiri menjadi salah satu ruang pembelajaran dan pengembangan teknologi. Fasilitas tersebut juga telah dimanfaatkan untuk menghasilkan berbagai produk, termasuk komponen otomotif dan alat bantu.

Suasana pembelajaran pun berlangsung interaktif. Siswa tidak hanya mendengarkan penjelasan pemateri, tetapi juga mengamati perangkat, mengikuti proses kerja, dan melihat bagaimana teknologi diterapkan secara langsung.

Pengalaman tersebut menjadi jembatan antara pembelajaran di bangku SMK dengan kebutuhan pendidikan vokasi dan dunia industri. Siswa diajak tidak sekadar menjadi pengguna teknologi, tetapi memahami cara kerja, proses perancangan, hingga peluang pengembangan sebuah produk.

Kolaborasi antara SMK Negeri 2 Jember dan Polije juga menunjukkan pentingnya hubungan antara pendidikan menengah kejuruan dan perguruan tinggi vokasi. Dunia industri yang terus bergerak membutuhkan sumber daya manusia yang tidak hanya menguasai teori, tetapi juga mampu beradaptasi dengan teknologi baru.

Melalui kegiatan ini, Polije berupaya menjalankan perannya dalam mendiseminasikan ilmu pengetahuan dan teknologi kepada masyarakat, khususnya generasi muda.

Ke depan, kegiatan serupa diharapkan dapat terus dikembangkan melalui pelatihan dan pendampingan yang lebih aplikatif. Dengan begitu, ruang belajar siswa tidak berhenti di kelas, tetapi semakin dekat dengan teknologi dan tantangan dunia industri yang sesungguhnya.

google-preference
Kata Kunci / Tags

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....