Menyusuri Potensi Rambipuji yang Kini Terpeta Digital
- 09 Sep 2026 18:35 WIB
- Jember
RRI.CO.ID, Jember — Jika Anda melintasi Desa Rambipuji di Kecamatan Rambipuji, Jember, lanskap gundukan tanah alami seperti Gumuk Gong, Gumuk Dempet, hingga Gumuk Wayang mungkin hanya terlihat sebagai pemandangan biasa. Di sudut lain, denyut ekonomi warga terus berdetak mulai dari wisata religi Mbah Puji, deretan warung kuliner khas, usaha kerajinan tangan, hingga ragam jasa kreatif rumahan.
Namun, selama ini potensi-potensi tersebut ibarat kepingan puzzle yang berserakan. Tanpa dokumentasi yang terpadu, kekayaan lokal ini kerap luput dari jangkauan wisatawan luar, bahkan belum termanfaatkan secara optimal oleh pemerintah desa sebagai pijakan perencanaan ekonomi.
Kondisi inilah yang menggugah tim dosen dari Politeknik Negeri Jember (Polije) untuk turun tangan. Melalui skema program Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) Desa Binaan, mereka membawa misi merajut kepingan potensi tersebut ke dalam satu genggaman digital yaitu WebGIS.
Teknologi tidak hadir begitu saja di Rambipuji. Mengusung tema "Penguatan Potensi Wisata dan Industri Kreatif Desa Rambipuji melalui Digitalisasi Peta Desa Berbasis WebGIS", tim Polije menerjunkan lintas disiplin ilmu.
Kolaborasi ini digawangi oleh Tri Rafika Diyah Indartin, S.Pd., M.Sc., bersama anggota timnya: Dr. Denny Trias Utomo, S.Si., MT., Hablana Rizka, S.Ds., M.Ars., Rezha Isyraqi Qastalano, S.ST., M.MT., dan Dr. Dinial Utami Nurul Qomariah, S.ST., M.Kom. Mereka menggabungkan keahlian geografi pariwisata, perencanaan destinasi, arsitektur, teknologi informasi, hingga bisnis digital.
Pendekatannya pun tidak elitis. Tim memulainya dari bawah lewat pemetaan partisipatif. Pemerintah desa, BUMDes, Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis), hingga pelaku UMKM diajak duduk bersama dan turun ke lapangan.
Mereka menyusuri jalan-jalan desa untuk mengidentifikasi titik koordinat objek wisata, memotret etalase produk UMKM, mencatat aksesibilitas, hingga mendokumentasikan rencana pengembangan wisata buatan.
"Data potensi desa yang tadinya tersebar dan cuma tersimpan di ingatan atau catatan terpisah, kini disajikan dalam sistem informasi spasial yang bisa diakses siapa saja lewat smartphone maupun komputer," ujar Tri Rabu (9/9/2026).
Bagi Polije, proyek ini bukan sebatas menggugah website lalu ditinggal pergi. Kunci keberlanjutan ada pada manusianya. Agar Rambipuji tidak tergantung pada pihak luar, operator desa dan pengurus BUMDes dibekali pelatihan intensif.
Warga diajari cara mengoperasikan sistem yaitu
Menambahkan titik lokasi UMKM baru , Memperbarui deskripsi dan foto produk, Memanfaatkan data spasial untuk basis perencanaan pembangunan desa.
Pokdarwis dan pelaku industri kreatif pun diajak memahami betapa krusialnya visibilitas digital bagi kelangsungan usaha mereka. Lewat peta ini, warung kecil di sudut desa atau pengrajin lokal punya kesempatan yang sama untuk ditemukan oleh pengunjung dari luar daerah.
Lewat program ini, luaran nyata telah diserahterimakan mulai dari situs WebGIS, peta digital interaktif, basis data spasial, hingga buku panduan penggunaan bagi operator desa.
Langkah kecil dari kampus Polije ini menandai babak baru bagi Desa Rambipuji. Bukan lagi sekadar mengenali potensi secara konvensional, melainkan mengelolanya dengan data yang akurat.
Dari potensi yang dulunya berserakan, kini menjadi data terintegrasi. Dari data melahirkan informasi, dan dari informasi inilah celah-celah peluang ekonomi baru bagi masyarakat Rambipuji mulai terbuka lebar.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....