Kendalikan Kecemasan Remaja, Peneliti Uji Coba Game Terapeutik 'Eco-Rescue'
- 11 Agt 2026 15:59 WIB
- Jember
RRI.CO.ID, Jember – Rasa cemas (anxiety) berlebihan pada remaja sering kali membuat fokus belajar terganggu dan hubungan sosial menjadi penuh tekanan. Untuk membantu remaja mengatasi masalah ini, para peneliti mulai menguji pendekatan baru yang lebih dekat dengan dunia mereka, yakni lewat gim video.
Seperti dikutip RRI dari laporan Woman's World pada Selasa, 11 Agustus 2026, tim peneliti dari Center for Children and Families di Florida International University (FIU) bekerja sama dengan University of Geneva tengah menguji efektivitas sebuah gim terapi bernama Eco-Rescue untuk meredakan gejala kecemasan pada remaja.
Melatih Otak Mengalihkan Rasa Cemas
Secara psikologis, rasa cemas kerap membuat otak remaja terjebak dalam pusaran pikiran negatif yang sulit dihentikan. Gim Eco-Rescue dirancang khusus untuk melatih kontrol perhatian (attention control) agar mereka dapat dengan cepat mengalihkan fokus dari kecemasan kembali ke masa kini.
Dalam gim ini, pemain berperan sebagai pilot yang bertugas memulihkan lingkungan yang rusak. Sambil bermain, mereka harus melacak objek bergerak, merespons perubahan mendadak, dan mengelola beberapa tugas sekaligus yang tingkat kesulitannya akan terus bertambah.
"Proyek ini melatih otak untuk fokus dan menyaring gangguan. Ini memungkinkan kami merangkul remaja di dunia digital yang mereka sukai, namun tetap memberikan intervensi berbasis sains," jelas Dr. Jeremy Pettit, profesor psikologi dari FIU.
Uji Klinis dan Harapan Metode Terapi Baru
Penelitian ini melibatkan remaja yang diminta bermain gim selama 30 menit sehari, sebanyak empat hari dalam seminggu, selama periode enam minggu. Peneliti kemudian akan mengukur apakah ada perbaikan signifikan pada tingkat kecemasan dan kemampuan mereka mengelola emosi.
Pemanfaatan gim video sebagai media terapi diharapkan bisa menjadi alternatif solusi yang menarik dan lebih mudah diakses oleh remaja. Metode ini juga bisa menjadi angin segar bagi keluarga yang memiliki keterbatasan akses terhadap layanan terapi psikologis konvensional.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....