Ilmuwan Kembangkan Varietas Padi Tahan Kekeringan untuk Hadapi Perubahan Iklim

  • 26 Mei 2026 09:27 WIB
  •  Jember
Poin Utama
  • Padi
  • Teknologi Pertanian
  • Pangan

RRI.CO.ID, INGGRIS : Para ilmuwan di University of Nottingham tengah mengembangkan varietas padi yang lebih tahan terhadap kekeringan guna membantu menjaga ketahanan pangan di tengah dampak perubahan iklim yang semakin nyata.

Padi merupakan makanan pokok bagi miliaran penduduk dunia. Lebih dari separuh populasi global mengonsumsi beras setiap hari. Namun, budidaya padi membutuhkan pasokan air tawar dalam jumlah besar, sementara perubahan iklim membuat pola curah hujan semakin sulit diprediksi dan berpotensi menurunkan hasil panen.

Seperti lansir dari BBC News (20-05-2026) menyebutkan bahwa salah satu peneliti, Erik Murchie, mengatakan peningkatan suhu global telah memberikan dampak langsung terhadap produktivitas tanaman padi. “Kenaikan suhu global sebesar satu derajat Celsius dapat menurunkan hasil panen padi hingga enam persen, dan gelombang panas ekstrem memperburuk kondisi tersebut,” ujar Murchie.

Menurutnya, penelitian yang dilakukan di Inggris ini dirancang untuk mendukung program pemuliaan tanaman yang hasilnya dapat langsung diterapkan di negara-negara penghasil padi. Dalam penelitian tersebut, para ilmuwan menguji berbagai tanaman padi yang memiliki varian gen lebih tangguh terhadap perubahan iklim. Pengujian dilakukan di ruang tumbuh khusus di kampus Sutton Bonington milik University of Nottingham yang memungkinkan para peneliti mensimulasikan kondisi panas ekstrem dan kekeringan.

Peneliti lainnya, Ranjan Swarup, menjelaskan bahwa fokus utama penelitian adalah memahami karakteristik akar yang dapat meningkatkan kemampuan tanaman bertahan dalam kondisi lingkungan yang semakin berat. “Di tengah tantangan ketahanan pangan global, kami berupaya meningkatkan produksi pangan secara berkelanjutan dengan mempelajari karakteristik akar yang mampu memperkuat daya tahan tanaman,” katanya.

Untuk mendukung penelitian, tanaman padi juga dianalisis menggunakan pemindai mikro-CT di Fasilitas Hounsfield universitas tersebut. Teknologi ini memungkinkan ilmuwan melihat struktur akar secara rinci tanpa merusak tanaman.

Direktur Fasilitas Hounsfield, Craig Sturrock, mengatakan teknologi tersebut membantu mengidentifikasi bentuk akar yang lebih efektif dalam memperoleh air dari lapisan tanah yang lebih dalam. “Akar yang tumbuh lebih dalam dan membentuk sudut tertentu dapat memberi keuntungan bagi tanaman untuk mendapatkan lebih banyak air dari dalam tanah. Setelah itu kami dapat mengidentifikasi gen yang mengendalikan sifat tersebut dan memanfaatkannya dalam program pemuliaan,” jelasnya.

Tim Nottingham bekerja sama dengan para ilmuwan dan pemulia tanaman dari International Rice Research Institute yang berbasis di Philippines. Varietas padi yang memiliki gen unggul hasil identifikasi akan menjalani uji lapangan selama tiga tahun di negara tersebut untuk mengetahui kinerjanya dalam kondisi pertanian nyata.

Murchie mengatakan kerja sama tersebut bertujuan memahami mekanisme biologis yang membuat tanaman mampu bertahan terhadap suhu tinggi dan kekeringan sehingga dapat dikembangkan varietas padi yang lebih adaptif terhadap perubahan iklim.

Penelitian ini didanai oleh program International Climate Finance, sebuah inisiatif pemerintah Inggris yang membantu negara-negara berkembang menghadapi dampak perubahan iklim.

Menteri Pembangunan Internasional Inggris, Jenny Chapman, menilai upaya tersebut penting mengingat tekanan terhadap produksi pangan global terus meningkat. “Ketidakstabilan di Timur Tengah dan semakin besarnya dampak cuaca ekstrem memberikan tekanan terhadap produksi pangan dunia. Hal ini berdampak bagi negara-negara berkembang maupun harga pangan yang sampai ke rak-rak toko di negara kita,” ujarnya.

Para peneliti berharap pengembangan varietas padi tahan kekeringan dapat membantu petani mempertahankan hasil panen sekaligus memperkuat ketahanan pangan global di tengah perubahan iklim yang semakin menantang.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....