Masa Pensiun Bukan Akhir Aktivitas, PWRI Lumajang Rawat Kebersamaan Wredatama
- 16 Sep 2026 16:07 WIB
- Jember
RRI.CO.ID,Lumajang- Memasuki masa pensiun bukan berarti seseorang harus berhenti dari aktivitas sosial. Justru pada fase ini, ruang untuk tetap bergerak, menjaga kesehatan, bersilaturahmi, dan berbagi pengalaman tetap dibutuhkan. Semangat itulah yang terus dibangun Persatuan Wredatama Republik Indonesia (PWRI) Kabupaten Lumajang melalui berbagai kegiatan bersama para wredatama.
PWRI hadir sebagai wadah bersama bagi para pensiunan dari berbagai latar belakang. Organisasi tersebut terbuka bagi siapa saja yang telah memasuki masa purna tugas, sehingga para wredatama memiliki ruang untuk tetap terhubung dan beraktivitas di tengah masyarakat.
Pesan tersebut disampaikan Ketua PWRI Kabupaten Lumajang, Endang Istijowati, saat menghadiri kegiatan senam sehat bersama PWRI se-Koordinator Wilayah (Korwil) Yosowilangun di Lapangan Desa Kunir Kidul, Kecamatan Kunir, Minggu 13 September 2026.
Menurut Endang, masih adanya anggapan bahwa PWRI merupakan organisasi yang identik dengan perempuan perlu diluruskan. PWRI merupakan wadah bersama seluruh pensiunan, baik laki-laki maupun perempuan.
“PWRI bukan organisasi wanita. PWRI adalah wadah para pensiunan dan milik kita bersama. Jadi, tidak ada alasan bagi bapak-bapak untuk merasa bahwa PWRI hanya diperuntukkan bagi ibu-ibu,” ujar Endang.
Ia menjelaskan, PWRI menaungi pensiunan dari berbagai unsur, mulai dari aparatur sipil negara (ASN), TNI, Polri, BUMN, BUMD, hingga kepala desa dan perangkat desa yang telah memasuki masa purna tugas.
Menurutnya, dominasi perempuan dalam sejumlah kegiatan PWRI lebih banyak dipengaruhi pola aktivitas dan demografi. Perempuan dinilai lebih aktif mengikuti berbagai kegiatan komunitas, kesehatan, keagamaan, maupun sosial kemasyarakatan.
Karena itu, Endang mengajak lebih banyak pensiunan laki-laki untuk bergabung dan mengambil bagian dalam kegiatan PWRI. Kehadiran mereka diharapkan dapat memperkaya interaksi sekaligus memperkuat kebersamaan antarwredatama.
“Justru akan lebih baik apabila para bapak ikut bergabung. Kehadiran bapak-bapak akan menjadi penyeimbang dalam organisasi PWRI sekaligus memperkuat kebersamaan di antara para wredatama,” katanya.
Bagi para pensiunan, keberadaan wadah seperti PWRI juga memberikan ruang untuk tetap menjalani aktivitas bersama. Kegiatan senam, misalnya, menjadi kesempatan untuk menjaga kebugaran sekaligus bertemu dan bersilaturahmi dengan sesama wredatama.
Selain kegiatan sosial dan kebersamaan, PWRI juga menjadi sarana untuk memperoleh berbagai informasi yang berkaitan dengan kebutuhan para pensiunan. Informasi tersebut antara lain mengenai layanan kesehatan, BPJS, TASPEN, serta berbagai hal yang berkaitan dengan kesejahteraan.
Dengan demikian, masa purna tugas dapat tetap diisi dengan kegiatan yang memberikan manfaat, baik bagi diri sendiri maupun lingkungan. Para pensiunan tidak hanya memiliki ruang untuk menjaga hubungan sosial, tetapi juga dapat terus berbagi pengalaman dan berkontribusi sesuai kemampuan masing-masing.
Endang berharap PWRI semakin mampu menjadi rumah bersama bagi seluruh wredatama di Kabupaten Lumajang. Semangat kebersamaan tersebut diharapkan membuat para pensiunan tetap sehat, aktif, dan memiliki ruang untuk memberikan kontribusi positif bagi keluarga maupun masyarakat. (MC Diskominfo Kab. Lumajang/Efendi/Ard/An-m)
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....