Pemkab Lumajang Tangani 21 Titik Jaringan Irigasi untuk Jaga Pasokan Air

  • 02 Jul 2026 01:23 WIB
  •  Jember

RRI.CO.ID, Lumajang - Pemerintah Kabupaten Lumajang terus memperkuat pemeliharaan jaringan irigasi agar kebutuhan air petani tetap terpenuhi dan produktivitas pertanian tetap terjaga. Sepanjang Juni 2026, Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang (PUTR) Kabupaten Lumajang melaksanakan 21 kegiatan penanganan jaringan irigasi melalui pemeliharaan rutin serta tindak lanjut atas laporan masyarakat.

Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang Kabupaten Lumajang, Endah Mardiana, mengatakan jaringan irigasi merupakan infrastruktur vital yang berperan menjaga keberlangsungan sektor pertanian. Karena itu, pemerintah daerah terus mengombinasikan pemeliharaan berkala dengan respons cepat terhadap setiap laporan kerusakan dari masyarakat.

"Jaringan irigasi merupakan infrastruktur yang sangat penting bagi sektor pertanian. Karena itu kami terus melakukan pemeliharaan rutin sekaligus merespons setiap laporan masyarakat agar distribusi air ke lahan pertanian tetap berjalan optimal," ujarnya, Rabu (1/7/2026).

Dari total 21 kegiatan yang dilaksanakan selama Juni 2026, sebanyak 13 kegiatan atau 62 persen merupakan tindak lanjut atas aduan masyarakat, sedangkan 8 kegiatan atau 38 persen merupakan pemeliharaan rutin. Komposisi tersebut menunjukkan bahwa penanganan jaringan irigasi lebih banyak difokuskan pada kebutuhan yang berkembang di lapangan tanpa mengabaikan pemeliharaan secara berkala.

Berdasarkan wilayah kerja, Korwil Yosowilangun menjadi daerah dengan penanganan terbanyak, yakni 7 kegiatan, disusul Korwil Tempeh dan Korwil Pasirian masing-masing 5 kegiatan. Penanganan juga dilakukan di wilayah Sukodono, Lumajang, dan Jatiroto sesuai hasil pemantauan serta laporan masyarakat.

Selain melakukan pemeliharaan, Dinas PUTR terus memperkuat pemantauan kondisi jaringan irigasi dan menindaklanjuti setiap laporan masyarakat berdasarkan tingkat prioritas. Langkah tersebut dilakukan agar potensi kerusakan dapat segera ditangani sebelum mengganggu pasokan air ke lahan pertanian.

"Partisipasi masyarakat menjadi bagian penting dalam menjaga keberlanjutan infrastruktur irigasi. Kami mengajak masyarakat dan kelompok tani segera melaporkan apabila menemukan kerusakan jaringan irigasi sehingga penanganan dapat dilakukan lebih cepat dan tepat sasaran," jelasnya.

Melalui pemeliharaan yang berkelanjutan dan respons cepat terhadap aspirasi masyarakat, Pemerintah Kabupaten Lumajang berkomitmen menjaga fungsi jaringan irigasi sebagai penopang ketahanan pangan daerah. Dengan aliran air yang tetap lancar, aktivitas pertanian dapat berjalan lebih optimal, produktivitas lahan tetap terjaga, dan kesejahteraan petani diharapkan terus meningkat. (MC Diskominfo Kab. Lumajang/An-m)

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....