Sirene dan Pos Aju Semeru Diperkuat untuk Percepat Informasi Kebencanaan

  • 03 Agt 2026 20:45 WIB
  •  Jember

RRI.CO.ID, Lumajnag - Keselamatan masyarakat di kawasan rawan bencana Gunung Semeru terus menjadi perhatian Pemerintah Kabupaten Lumajang. Melalui Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), dua Pos Aju Semeru yang berada di Curah Kobokan, Kecamatan Candipuro, dan Oro-Oro Ombo, Kecamatan Pronojiwo, dioptimalkan sebagai garda terdepan dalam mempercepat penyampaian informasi peringatan dini kepada masyarakat.

Keberadaan Pos Aju tersebut menjadi bagian dari upaya memperkuat kesiapsiagaan menghadapi potensi bencana yang dipicu aktivitas Gunung Semeru. Selain melakukan pemantauan lapangan, petugas juga menyampaikan informasi terkini kepada masyarakat, relawan, hingga para pekerja yang beraktivitas di sepanjang daerah aliran sungai berhulu di Gunung Semeru.

Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Lumajang, Isnugroho, mengatakan Pos Aju memiliki peran penting dalam mempercepat penyebaran informasi apabila terjadi peningkatan aktivitas gunung api yang berpotensi menimbulkan banjir lahar maupun awan panas guguran.

"Melalui pos ini, petugas memberikan informasi terkini mengenai potensi banjir lahar maupun awan panas guguran sehingga masyarakat dapat meningkatkan kewaspadaan dan mengambil langkah antisipasi sejak dini," ujarnya, Senin (3/8/2026).

Untuk mendukung fungsi tersebut, kedua Pos Aju dilengkapi sirene peringatan dini yang dapat diaktifkan ketika terjadi kondisi yang memerlukan kewaspadaan masyarakat. Sistem tersebut diharapkan memberikan waktu bagi warga untuk menghentikan aktivitas di kawasan berisiko atau melakukan evakuasi sesuai arahan petugas.

Menurut Isnugroho, kecepatan penyampaian informasi menjadi salah satu faktor penting dalam mengurangi risiko bencana. Karena itu, BPBD terus mengoptimalkan fungsi Pos Aju sebagai pusat informasi sekaligus titik koordinasi bagi petugas di lapangan.

Ia juga mengimbau masyarakat agar selalu mengikuti informasi resmi yang disampaikan melalui Pos Aju maupun BPBD, serta tidak melakukan aktivitas di wilayah berbahaya ketika terdapat peningkatan aktivitas Gunung Semeru.

"Kami mengimbau masyarakat untuk selalu mengikuti informasi resmi yang disampaikan melalui Pos Aju serta menghentikan aktivitas di wilayah berbahaya ketika terjadi peningkatan aktivitas gunung api," tegasnya.

Melalui penguatan sistem peringatan dini tersebut, Pemerintah Kabupaten Lumajang berharap masyarakat dapat menerima informasi secara lebih cepat dan akurat sehingga memiliki waktu yang cukup untuk mengambil langkah antisipasi.

Upaya tersebut menjadi bagian dari komitmen pemerintah daerah dalam mengurangi risiko bencana sekaligus meningkatkan keselamatan masyarakat di kawasan rawan Gunung Semeru. (MC Diskominfo Kab. Lumajang/Ard/An-m)

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....