Mengenal Status Siaga Semeru, BPBD Ajak Masyarakat Tetap Tenang dan Waspada
- 18 Jun 2026 20:26 WIB
- Jember
RRI.CO.ID, Lumajang - Aktivitas Gunung Semeru masih berada pada Status Level III (Siaga). Masyarakat diimbau tetap tenang, meningkatkan kewaspadaan, serta mematuhi rekomendasi yang telah ditetapkan oleh Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) guna mengurangi risiko bencana.
Berdasarkan informasi PVMBG, Gunung Semeru mengalami erupsi pada Kamis (18/6/2026) pukul 11.10 WIB dengan kolom abu teramati setinggi sekitar 1.200 meter di atas puncak. Kolom abu berwarna putih hingga kelabu dengan intensitas sedang dan mengarah ke timur laut.
Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Lumajang, Isnugroho, mengatakan bahwa aktivitas Gunung Semeru terus dipantau oleh petugas pengamatan gunung api dan instansi terkait untuk memastikan perkembangan kondisi di lapangan dapat diketahui secara cepat dan akurat.
Menurutnya, masyarakat tidak perlu panik dalam menyikapi aktivitas vulkanik yang terjadi. Namun demikian, kewaspadaan tetap harus dijaga dengan mengikuti informasi resmi dan mematuhi rekomendasi yang telah ditetapkan oleh PVMBG.
"Masyarakat tidak perlu panik. Yang terpenting adalah memahami rekomendasi yang telah ditetapkan dan tidak melakukan aktivitas di zona yang memang telah dinyatakan berisiko oleh PVMBG," ujarnya, Kamis (18/6/2026)
Isnugroho menjelaskan bahwa Status Level III (Siaga) tidak berarti seluruh wilayah Kabupaten Lumajang berada dalam kondisi berbahaya. Pembatasan aktivitas hanya berlaku pada kawasan tertentu yang telah ditetapkan sebagai zona berisiko berdasarkan hasil pemantauan dan kajian teknis vulkanologi
Karena itu, masyarakat yang berada di luar kawasan rawan yang direkomendasikan tetap dapat menjalankan aktivitas sehari-hari sebagaimana biasa dengan tetap memperhatikan perkembangan informasi resmi dari PVMBG dan pemerintah daerah.
"Kesiapsiagaan bukan berarti takut, tetapi memahami kondisi dan mengetahui langkah yang harus dilakukan apabila terjadi peningkatan aktivitas vulkanik," tambahnya.
Saat ini PVMBG merekomendasikan agar masyarakat tidak melakukan aktivitas di sektor tenggara sepanjang Besuk Kobokan sejauh 13 kilometer dari puncak erupsi. Di luar jarak tersebut, masyarakat juga diimbau tidak beraktivitas dalam radius 500 meter dari tepi sungai di sepanjang Besuk Kobokan karena berpotensi terdampak perluasan awan panas maupun aliran lahar.
Masyarakat juga diminta tidak beraktivitas dalam radius lima kilometer dari kawah atau puncak Gunung Semeru karena berpotensi terdampak lontaran material pijar. Selain itu, kewaspadaan perlu ditingkatkan terhadap potensi awan panas, guguran lava, dan lahar di sejumlah aliran sungai yang berhulu di puncak Gunung Semeru.
Menurut Isnugroho, kepatuhan terhadap rekomendasi keselamatan merupakan salah satu langkah paling efektif dalam mengurangi risiko bencana. Semakin baik pemahaman masyarakat terhadap potensi ancaman dan langkah mitigasi, semakin besar pula kemampuan untuk menghadapi berbagai kemungkinan yang dapat terjadi.
Melalui pemantauan yang berkelanjutan, penyebarluasan informasi resmi, serta peningkatan kesiapsiagaan masyarakat, diharapkan keselamatan warga tetap terjaga dan budaya tangguh bencana di Kabupaten Lumajang semakin kuat. (MC Kab. Lumajang/An-m)
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....