Pemkab Lumajang Perkuat Akses Medis Lewat “Dokter Muter”

  • 13 Mei 2026 16:26 WIB
  •  Jember

RRI.CO.ID, Lumajang - Pemerintah Kabupaten Lumajang memperkuat layanan kesehatan berbasis jemput bola melalui inovasi “Dokter Muter” yang menyasar langsung permukiman warga, sekaligus mengintegrasikannya dengan dukungan perlindungan sosial bagi masyarakat rentan.

Pada Selasa (12/05/2026), Bupati Lumajang Indah Amperawati bersama Wakil Bupati Yudha Adji Kusuma meninjau pelaksanaan layanan Cek Kesehatan Gratis di Kelurahan Jogotrunan serta layanan “Dokter Muter” di RT 03 RW 18 Kampung Serai, Kelurahan Citrodiwangsan.

Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya pemerintah daerah memperluas akses layanan kesehatan dasar agar lebih dekat, cepat, dan mudah dijangkau oleh masyarakat, terutama kelompok lanjut usia dan warga dengan keterbatasan mobilitas.

Dalam kunjungan tersebut, Bupati menyerahkan bantuan tunai dari Baznas sebesar Rp3,5 juta kepada salah satu warga, Noviani, sebagai bentuk dukungan pemulihan kondisi ekonomi keluarga yang juga terdampak aspek kesehatan.

Bupati Indah Amperawati menegaskan bahwa pendekatan layanan kesehatan saat ini tidak hanya berfokus pada pengobatan, tetapi juga harus terintegrasi dengan dukungan sosial agar pemulihan masyarakat berjalan lebih komprehensif.

Menurutnya, keberadaan layanan “Dokter Muter” menjadi salah satu strategi efektif dalam mendekatkan pelayanan kesehatan ke tingkat komunitas, sekaligus memperkuat deteksi dini penyakit di masyarakat.

“Dengan adanya layanan ini, masyarakat tidak perlu lagi menempuh jarak jauh untuk mendapatkan pemeriksaan kesehatan dasar. Ini bagian dari upaya memastikan layanan benar-benar hadir di tengah warga,” ujarnya.

Sementara itu, Wakil Bupati Yudha Adji Kusuma menekankan bahwa model layanan jemput bola merupakan pendekatan strategis untuk meningkatkan cakupan layanan kesehatan sekaligus memperkuat upaya pencegahan penyakit sejak dini.

Ia menyebut, pola pelayanan aktif yang mendatangi warga harus terus diperluas agar masyarakat lebih mudah mengakses layanan kesehatan tanpa hambatan waktu maupun jarak.

“Pelayanan kesehatan harus bergerak, bukan hanya menunggu. Dengan pola seperti ini, deteksi dini bisa dilakukan lebih cepat dan masyarakat lebih terpantau kesehatannya,” katanya.

Pemerintah Kabupaten Lumajang menilai integrasi antara layanan kesehatan bergerak dan bantuan sosial merupakan langkah penting dalam memperkuat perlindungan masyarakat, khususnya bagi kelompok rentan di wilayah perkotaan maupun permukiman padat.

Melalui pendekatan tersebut, Pemkab Lumajang menegaskan komitmennya untuk membangun sistem layanan publik yang lebih inklusif, responsif, dan berbasis kebutuhan riil masyarakat hingga tingkat lingkungan. (MC Kab. Lumajang/Anby/An-m)

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....