Pendekatan Humanis, Lumajang Integrasikan Program Sosial dan Nilai Keagamaan
- 05 Mei 2026 16:11 WIB
- Jember
RRI.CO.ID, Lumajang - Pemerintah Kabupaten Lumajang menegaskan pendekatan pembangunan yang tidak hanya berorientasi pada aspek ekonomi dan infrastruktur, tetapi juga mengintegrasikan nilai-nilai keagamaan sebagai fondasi kesejahteraan masyarakat. Hal ini disampaikan Bupati Lumajang, Indah Amperawati, saat menghadiri Pengajian Akbar Majelis Ta’lim Al Fatah di Desa Rojopolo, Kecamatan Jatiroto, Minggu (3/5/2026).
Dalam kesempatan tersebut, Bunda Indah menekankan bahwa forum keagamaan seperti pengajian memiliki peran strategis sebagai ruang penguatan nilai sekaligus media komunikasi kebijakan publik yang lebih dekat dengan masyarakat.
“Pembangunan tidak hanya soal fisik dan ekonomi, tetapi juga bagaimana kita menjaga nilai-nilai keagamaan yang menjadi fondasi kehidupan masyarakat,” ujarnya.
| Baca juga: Pemkab Lumajang Perkuat Pemanfaatan DBHCHT |
Ia menjelaskan bahwa integrasi tersebut diwujudkan melalui kebijakan yang tidak hanya menyasar kebutuhan material, tetapi juga memperkuat peran sosial-keagamaan. Salah satunya melalui pemberian tunjangan bagi guru ngaji dan marbot masjid, yang dinilai memiliki kontribusi besar dalam membangun karakter dan moral masyarakat.
“Kesejahteraan harus dilihat secara utuh. Tidak hanya ekonomi, tetapi juga bagaimana kita menjaga keseimbangan sosial dan nilai keagamaan,” tegasnya.
Selain itu, pemerintah daerah juga menghadirkan program layanan operasi persalinan gratis sebagai bentuk perlindungan terhadap kesehatan masyarakat. Program ini menjadi bagian dari upaya menghadirkan layanan dasar yang inklusif, sekaligus memastikan bahwa kebijakan pemerintah menjangkau kebutuhan riil masyarakat.
| Baca juga: Desa Sumberwuluh Jalani Verifikasi KKP |
Bunda Indah menegaskan bahwa pendekatan pembangunan yang mengintegrasikan aspek kesejahteraan dan nilai keagamaan akan memperkuat legitimasi kebijakan sekaligus meningkatkan partisipasi masyarakat.
“Ketika kebijakan dibangun dengan pendekatan yang dekat dengan nilai masyarakat, maka penerimaan dan partisipasi akan lebih kuat,” ujarnya.
Di sisi lain, pembangunan infrastruktur seperti perbaikan jalan kabupaten tetap menjadi prioritas karena berkaitan langsung dengan aktivitas ekonomi masyarakat. Namun, ia menekankan bahwa pembangunan fisik harus berjalan seimbang dengan pembangunan sosial dan spiritual.
Melalui momentum pengajian akbar, Pemerintah Kabupaten Lumajang menunjukkan bahwa pembangunan yang efektif adalah pembangunan yang mampu menjangkau dimensi material dan non-material secara bersamaan.
Dengan pendekatan tersebut, Lumajang tidak hanya berupaya meningkatkan kesejahteraan secara ekonomi, tetapi juga membangun masyarakat yang kuat secara sosial dan nilai, sebagai fondasi pembangunan yang berkelanjutan. (MC Kab. Lumajang/Ad/An-m)
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....