Strategi BPBD Lumajang, Menghadapi Fenomena El Nino Ekstrem
- 01 Mei 2026 21:10 WIB
- Jember
RRI.CO.ID, Lumajang - Fenomena El Niño ekstrem yang diprediksi terjadi pada tahun 2026 menjadi perhatian serius pemerintah daerah Kabupaten Lumajang, khususnya BPBD. Kondisi ini berpotensi memicu kekeringan panjang, krisis air bersih, serta meningkatnya risiko kebakaran hutan dan lahan. Berdasarkan berbagai proyeksi iklim, sebagian besar wilayah diperkirakan mengalami curah hujan di bawah normal, sehingga langkah mitigasi perlu disiapkan sejak dini.
Kabid. Kedaruratan dan Logistik BPBD Lumajang, Yudhi Cahyono mengungkapkan bahwa pihaknya merespons ancaman tersebut dengan menyusun strategi mitigasi berbasis risiko bencana hidrometeorologi. Kekeringan akibat El Niño masuk dalam kategori ancaman utama yang harus diantisipasi, mengingat dampaknya langsung terhadap kehidupan masyarakat, pertanian, dan ketersediaan air. Hal ini sejalan dengan tren nasional bahwa bencana hidrometeorologi menjadi jenis bencana paling dominan di Indonesia.
"Salah satu langkah konkret yang dilakukan adalah peningkatan kesiapsiagaan logistik dan armada distribusi air bersih," Ungkapnya saat Talkshow Jelita di PPPK Radio Suara Lumajang, Kamis (30/04/26).
BPBD juga akan menyiapkan sejumlah armada tangki air untuk menyuplai daerah-daerah terdampak kekeringan. Upaya ini penting untuk memastikan kebutuhan dasar masyarakat tetap terpenuhi selama puncak musim kemarau berlangsung.
Selain itu, Yudhi juga menjelaskan, BPBD Lumajang juga memperkuat koordinasi lintas sektor dengan pemerintah daerah, dinas terkait, dan relawan kebencanaan. Kolaborasi ini bertujuan untuk mempercepat respons serta memastikan distribusi bantuan berjalan efektif dan tepat sasaran. "Pendekatan kolaboratif dinilai penting dalam menghadapi bencana yang bersifat luas seperti dampak El Niño," jelasnya.
Dalam aspek perencanaan, BPBD turut menyusun dokumen dan panduan penanggulangan bencana sebagai acuan operasional. Panduan ini mencakup langkah mitigasi, kesiapsiagaan, hingga penanganan darurat untuk berbagai jenis bencana, termasuk kekeringan. Dengan adanya panduan tersebut, diharapkan seluruh pihak memiliki standar yang sama dalam menghadapi situasi krisis.
Strategi lain yang dilakukan adalah peningkatan edukasi dan kesadaran masyarakat terkait potensi bencana kekeringan. BPBD mendorong masyarakat untuk melakukan penghematan air serta memanfaatkan sumber daya secara bijak.
BPBD juga menekankan pentingnya pemanfaatan data iklim dan teknologi dalam pengambilan keputusan. Pendekatan berbasis data memungkinkan prediksi yang lebih akurat terhadap potensi dampak El Niño, sehingga langkah mitigasi dapat dilakukan lebih cepat dan tepat.
Yudhi menekankan, strategi BPBD Lumajang dalam menghadapi El Niño ekstrem mencerminkan upaya komprehensif yang melibatkan kesiapsiagaan, koordinasi, edukasi, serta inovasi berbasis data. "Dengan langkah-langkah tersebut, diharapkan risiko bencana dapat diminimalkan dan masyarakat tetap terlindungi meskipun menghadapi kondisi iklim yang ekstrem," harapnya. (Kominfo/Lmj-Bob)
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....