Lawan Stunting dari Hulu, Ketua TP PKK Lumajang Soroti Peran Ibu Hamil

  • 29 Apr 2026 09:59 WIB
  •  Jember

RRI.CO.ID,Lumajang- Ketua TP PKK Kabupaten Lumajang, Dewi Natalia Yudha Adji Kusuma, menegaskan bahwa peran ibu hamil menjadi kunci utama dalam upaya pencegahan stunting sejak dini. Pernyataan tersebut disampaikannya dalam kegiatan Jatim Terbaik’s (Jawa Timur Tanggap terhadap Ibu Hamil Risiko Stunting) yang digelar di Puskesmas Pasirian, Selasa (28/4/2026).

Menurutnya, stunting bukan sekadar persoalan fisik, melainkan ancaman serius terhadap kualitas generasi masa depan. Oleh karena itu, intervensi harus dimulai sejak masa kehamilan, dengan memastikan setiap ibu mendapatkan perhatian optimal.

“Ibu hamil adalah titik awal lahirnya generasi unggul. Jika kita ingin mencetak generasi emas 2045, maka perhatian terhadap kesehatan ibu dan janin tidak boleh setengah-setengah,” tegas Dewi Natalia.

Ia menyoroti bahwa kondisi stunting di Lumajang masih membutuhkan kerja keras bersama. Berdasarkan data SSGI 2024, angka stunting tercatat sebesar 23,4 persen. Selain itu, kasus ibu hamil dengan Kekurangan Energi Kronis (KEK) dan risiko Bayi Berat Lahir Rendah (BBLR) juga masih ditemukan.

Namun, Dewi Natalia menekankan bahwa tantangan tersebut harus dijawab dengan langkah nyata dan kolaboratif. Ia mendorong seluruh elemen, mulai dari tenaga kesehatan, kader PKK, hingga masyarakat, untuk memperkuat edukasi dan pendampingan kepada ibu hamil.

“Penanganan stunting harus dilakukan secara konvergen, holistik, integratif, dan berkelanjutan. Tidak bisa berjalan sendiri-sendiri. Semua harus terlibat,” ujarnya.

Lebih lanjut, ia mengajak para ibu hamil untuk aktif menjaga kesehatan, memenuhi asupan gizi seimbang, serta rutin melakukan pemeriksaan kehamilan di fasilitas kesehatan.

Melalui gerakan “Jatim Tanggap”, Dewi Natalia optimistis Kabupaten Lumajang mampu menekan angka stunting secara signifikan. Ia meyakini bahwa dengan komitmen bersama, Lumajang dapat melahirkan generasi yang sehat, cerdas, dan berdaya saing tinggi.

“Ini bukan hanya tugas pemerintah, tetapi tanggung jawab kita bersama untuk memastikan anak-anak kita tumbuh optimal tanpa stunting,” pungkasnya. (Kominfo-lmj/Ard)

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....