Cuaca Ekstrem, Pemkab Pastikan Kualitas Durian Lumajang Tetap Prima

  • 27 Apr 2026 09:41 WIB
  •  Jember

RRI.CO.ID,Luamajang- Perubahan pola cuaca yang dipengaruhi faktor alam, termasuk aktivitas Gunung Semeru, memberikan tantangan tersendiri bagi kualitas durian di Kabupaten Lumajang pada musim panen 2026. Meski demikian, Pemerintah Kabupaten Lumajang memastikan langkah antisipatif terus diperkuat agar produktivitas dan kualitas tetap terjaga.

Kepala Bidang Hortikultura Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Lumajang, Hendra Suwandaru, menjelaskan bahwa kondisi cuaca ekstrem mulai dari fluktuasi suhu, kelembapan tinggi, hingga angin kencang berpengaruh langsung terhadap pembentukan rasa durian.

“Cuaca sangat menentukan kualitas. Saat panas optimal, kadar gula terbentuk dengan baik sehingga rasa durian manis dan legit. Sebaliknya, saat curah hujan tinggi, kandungan air meningkat dan rasa bisa kurang maksimal,” ujarnya, Minggu (26/4/2026).

Fenomena ini, lanjutnya, juga menyebabkan tingkat kematangan buah tidak merata. Dalam satu buah durian, bisa ditemukan variasi rasa mulai dari manis hingga hambar. Selain itu, angin kencang berpotensi membuat buah jatuh sebelum matang sempurna, sementara kelembapan tinggi meningkatkan risiko gangguan jamur.

Namun di tengah tantangan tersebut, kabar baik datang dari sejumlah sentra produksi durian di Lumajang seperti Pasrujambe, Gucialit, dan Senduro yang mulai memasuki masa panen. Momentum ini menjadi titik kebangkitan sektor hortikultura setelah pada tahun 2025 tidak terjadi panen durian.

Pemerintah Kabupaten Lumajang melalui DKPP juga terus memperkuat intervensi di tingkat petani. Salah satunya melalui program sekolah lapang good agriculture practice yang telah berjalan sejak 2025 di Desa Jambearum. Program ini bertujuan meningkatkan kapasitas petani dalam menghadapi dinamika cuaca serta menjaga standar kualitas hasil panen.

Pendekatan ini menjadi bagian dari strategi pemerintah daerah dalam memastikan sektor pertanian tetap adaptif terhadap perubahan iklim, sekaligus menjaga keberlanjutan produksi komoditas unggulan daerah.

“Cuaca memang faktor utama, tetapi dengan pengelolaan yang tepat, kualitas tetap bisa kita jaga. Saat kondisi panas stabil, biasanya rasa durian akan lebih manis, legit, dan berkualitas,” jelasnya.

Dengan langkah-langkah tersebut, Pemkab Lumajang optimistis durian lokal tetap memiliki daya saing tinggi di pasar, sekaligus menjadi penggerak ekonomi masyarakat di tengah tantangan perubahan iklim yang kian dinamis. (Kominfo-lmj/Ard)

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....