Program Benteng Bencana Diperkenalkan di Lumajang
- 30 Jan 2026 09:23 WIB
- Jember
RRI.CO.ID, Lumajang - Yayasan Megamind Project dan Yayasan Indonesia Indah Foundation (IIF) Perkenalkan Program Benteng Mitigasi Bencana Indonesia di kabupaten Lumajang
Asisten Perekonomian dan Pembangunan Sekretariat Daerah (Setda) Kabupaten Lumajang, Hari Susiati memimpin Audiensi dengan Yayasan Megamind Project dan Yayasan Indonesia Indah Foundation (IIF) di Ruang Kertanegara kantor Bappeda Kabupaten Lumajang pada hari Kamis (29/01/2026).
Mengawali audensi, Hari Susiati menyampaikan bahwa Gunung Semeru yang berada di kabupaten Lumajang hampir setiap tahun mengalami erupsi. Karena itulah dibutuhkan edukasi dan pemberdayaan masyarakat bagi masyarakat di wilayah yang kerap kali terdampak erupsi Gunung Semeru.
Menanggapi hal tersebut, Founder Megamind Project, Yuri Romero Hurtado menyampaikan kesiapannya bersama Yayasan Indonesia Indah Foundation (IIF) beserta tim untuk memberikan penguatan edukasi kebencanaan. Ia menekankan pentingnya mengenali sinyal-sinyal alam sebagai bentuk peringatan dini agar masyarakat dapat lebih tanggap dan menghindari risiko saat bencana akan terjadi.
“Pilot project program ini dilaksanakan di Kabupaten Lumajang, tepatnya di kawasan rawan bencana Gunung Semeru ini adalah bentuk respon nyata terhadap potensi bencana yang terjadi hampir setiap tahun,” tambahnya.
Salah satu inovasi dalam program ini adalah Museum Keliling yang akan menyasar desa-desa rawan bencana, khususnya di Kecamatan Candipuro dan Pronojiwo. Mobil Museum keliling ini dirancang agar edukasi kebencanaan dapat langsung diterima dan dipahami oleh masyarakat yang paling rentan terdampak.
Selain itu, program ini juga berkolaborasi dengan Universitas Brawijaya untuk melakukan penelitian akademis terkait warisan bencana, sebagai bagian dari upaya mendokumentasikan dan mempelajari dampak bencana secara ilmiah.
Tak hanya itu, akan ada pula program Capacity Building yang bertujuan membekali peserta dengan pengetahuan kebencanaan, yang selanjutnya akan diteruskan oleh pemuda-pemudi Karang Taruna desa untuk disebarluaskan kepada masyarakat sekitar. Rangkaian kegiatan museum keliling dijadwalkan berlangsung mulai April hingga Juli, disertai dengan program pendidikan mitigasi bencana di sekolah-sekolah.
Dalam kesempatan tersebut, Hari Susiati meminta kepada jajaran perangkat daerah terkait untuk dapat memberikan dukungan kegiatan yang akan berlangsung kurang lebih selama empat buan ini.
“Program ini menekankan pentingnya kolaborasi lintas sektor untuk mewujudkan mitigasi bencana yang efektif dan berkelanjutan. Melalui kerja sama antar perangkat daerah, akademisi, komunitas, hingga pemuda desa, diharapkan masyarakat dapat lebih siap, tanggap, dan berdaya menghadapi ancaman bencana alam,” jelasnya.
Mewakili Pemerintah kabupaten Lumajang, Susi juga menyampaikan apresiasi setinggi tingginya dan terima kasih kepada Yayasan Megamind Project dan Yayasan IIF. “Terima kasih atas perhatiannya kepada kabupaten Lumajang, semoga program ini membantu mengurangi dampak bencana secara berkelanjutan di Kabupaten Lumajang,” harapnya. (Kominfo/Lmj-Ajeng)
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....