Menjelang Kepulangan, Jemaah Haji Jember Ramai Berburu Oleh-Oleh

  • 17 Jun 2026 09:30 WIB
  •  Jember

RRI.CO.ID, Jember - Menjelang kepulangan ke Tanah Air, aktivitas berburu oleh-oleh menjadi salah satu kesibukan jemaah haji asal Kabupaten Jember di Makkah.

Berbagai barang mulai dari kurma, pakaian, sajadah hingga mainan untuk keluarga diborong untuk dibawa pulang ke kampung halaman.

Kepala KUA Sumbersari yang juga bertugas sebagai petugas haji, Choirul Anwar, mengatakan oleh-oleh yang dibeli jemaah umumnya diperuntukkan bagi keluarga dan kerabat sebagai kenang-kenangan sepulang dari ibadah haji.

“Jemaah membeli oleh-oleh untuk keluarga, sebagai souvenir atau tanda mata dari ibadah haji. Dengan harapan mudah-mudahan bisa dipanggil kembali ke Tanah Suci dan hajinya menjadi mabrur,” katanya.

Choirul menjelaskan, hingga saat ini sebagian besar jemaah di kloternya masih menyisakan ruang di dalam koper untuk berbelanja saat berada di Madinah.

Sebab, masih ada sejumlah kebutuhan maupun oleh-oleh yang biasa dibeli jemaah sebelum kembali ke Indonesia.

“Rata-rata sementara ini masih disisakan ruang untuk belanja di Madinah. Namun jemaah tetap harus memperhatikan batas berat bagasi yang diperbolehkan,” ujarnya.

Hal senada juga disampaikan Kepala Kantor Kementerian Haji dan Umrah Kabupaten Jember, Nur Sholeh. Ia mengatakan sebagian besar koper jemaah kini sudah penuh oleh barang belanjaan.

Menurutnya, para jemaah, terutama ibu-ibu, terlihat antusias membeli berbagai kebutuhan dan buah tangan untuk keluarga di rumah.

“Koper besarnya sudah penuh, bahkan sudah sesak dan dipaksa-paksakan. Ada yang membeli baju, kurma, sajadah, hingga mainan untuk cucu dan keponakan,” ujarnya, Selasa (16/6/2026).

Bahkan, sejumlah jemaah memilih mengirimkan oleh-oleh melalui jasa pengiriman khusus langsung dari Makkah ke Indonesia karena kapasitas koper yang sudah tidak mencukupi.

Nur Sholeh menjelaskan biaya pengiriman tersebut tidak murah. Tarifnya mencapai sekitar 23 riyal atau setara Rp115 ribu per kilogram.

Di tengah tingginya aktivitas belanja, pihaknya mengingatkan jemaah agar mematuhi ketentuan bagasi penerbangan. Koper besar hanya diperbolehkan memiliki berat maksimal 32 kilogram, sedangkan tas kabin dibatasi hingga 7 kilogram.

Selain itu, jemaah juga dilarang membawa sejumlah barang tertentu, termasuk air zamzam di dalam koper maupun tas kabin.

“Air zamzam tidak boleh dimasukkan ke koper. Di bandara ada alat deteksi untuk memastikan tidak ada barang-barang yang dilarang masuk ke bagasi,” katanya.

Meski telah berulang kali diimbau, Nur Sholeh mengakui masih ada sebagian jemaah yang nekat menyimpan air zamzam di dalam koper.

Kondisi tersebut dikhawatirkan dapat memperlambat proses pemeriksaan bagasi menjelang keberangkatan.

Ia menegaskan, seluruh jemaah nantinya tetap akan memperoleh jatah air zamzam resmi sebanyak lima liter yang dibagikan saat tiba di Asrama Haji, sebelum kembali ke daerah masing-masing.

Sementara itu, jemaah haji asal Jember dijadwalkan pulang ke Tanah Air secara bertahap pada 24 hingga 26 Juni 2026 sesuai kelompok terbang masing-masing.

Kedatangan di Kabupaten Jember diperkirakan berlangsung pada 25 hingga 27 Juni 2026.

Nur Sholeh berharap, seluruh jemaah diberikan kesehatan dan kelancaran selama menjalani rangkaian ibadah di Madinah hingga kembali berkumpul dengan keluarga di tanah air.

“Kami mohon doa dari masyarakat Jember agar seluruh jemaah diberikan kesehatan, kemudahan dalam perjalanan, dan pulang dengan predikat haji mabrur,” katanya.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....