CJH Banyuwangi Tandai Koper dengan Boneka dan Sandal

  • 10 Mei 2026 18:39 WIB
  •  Jember

RRI.CO.ID, Banyuwangi – Calon jemaah haji (CJH) Banyuwangi mulai mengumpulkan koper dan bekal sebagai persiapan keberangkatan ke Tanah Suci. Uniknya, banyak koper milik jemaah diberi tanda khusus seperti boneka, sandal, hingga kain serbet agar mudah dikenali.

Kasi Teknis Haji dan Umrah Kemenag Banyuwangi, Ahmad Fauzi, mengatakan sebenarnya setiap koper telah dilengkapi barcode identitas yang ditempel pada koper, tas selempang, hingga kalung lanyard milik jemaah. Namun, banyak jemaah tetap menambahkan penanda pribadi agar koper lebih mudah dikenali saat proses distribusi maupun pengambilan bagasi.

“Jadi ada yang menambahkan boneka, sandal, dan barang pribadi lainnya supaya mudah mengenali kopernya,” ujar Fauzi, Minggu, 10 Mei 2026.

Fauzi menjelaskan pengumpulan koper dilakukan selama dua hari, Sabtu-Minggu, 9-10 Mei 2026. Untuk kloter 83, 84, dan 85, koper dikumpulkan di Kantor Kemenhaj Banyuwangi, sedangkan kloter 82 dipusatkan di KBIHU Mabrur Multazam, Kecamatan Gambiran.

“Pukul 15.00 WIB hari ini koper diangkut menggunakan truk untuk dikirim ke Asrama Haji Sukolilo Surabaya,” kata Fauzi.

Ia menambahkan, berat koper besar dibatasi maksimal 32 kilogram. Jemaah juga dilarang membawa cairan, aerosol, dan gel lebih dari 100 mililiter di dalam tas kabin. Selain itu, sejumlah barang elektronik seperti rice cooker dan pemanas air tidak diperbolehkan dibawa.

“Kalau ketahuan melebihi batas akan disita. Kami juga mengimbau koper dalam kondisi terkunci dan disarankan menggunakan gembok standar TSA,” ujar Fauzi.

Saat ini tercatat sebanyak 1.312 calon jemaah haji Banyuwangi terbagi dalam kloter 71, 82, 83, 84, dan 85. Khusus kloter 71, terdapat delapan jemaah yang digabung dengan daerah lain.

Pemberangkatan jemaah dijadwalkan berlangsung bertahap mulai Selasa, 12 Mei 2026, sesuai kloter masing-masing.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....