Polresta Banyuwangi Bongkar Travel Umrah Bodong, Kerugian Capai Rp500 Juta

  • 19 Mei 2026 21:32 WIB
  •  Jember

RRI.CO.ID Banyuwangi – Polresta Banyuwangi membongkar praktik travel umrah bodong yang diduga merugikan belasan jemaah hingga ratusan juta rupiah. Dalam kasus ini, polisi menetapkan dua perempuan sebagai tersangka setelah menerima laporan korban pada Desember 2025.

Kapolresta Banyuwangi Rofiq Ripto Himawan mengatakan kedua tersangka masing-masing berinisial KIC, 34 tahun, warga Desa Yosomulyo, Kecamatan Gambiran, dan ARM, 33 tahun, warga Desa Sumberberas, Kecamatan Muncar. KIC berperan mencari calon jemaah, sedangkan ARM merupakan pemilik biro travel bernama PT Sahabat Zivana Haramain yang beroperasi di Kecamatan Muncar sekitar empat tahun terakhir.

“Hasil penyelidikan, dua orang kami tetapkan sebagai tersangka,” ujar Rofiq, Selasa 19 Mei 2026.

Polisi mencatat sementara terdapat 11 korban asal Banyuwangi dan luar daerah dengan total kerugian diperkirakan mencapai Rp400 juta hingga Rp500 juta.

“Korban sementara 11 orang, namun tidak menutup kemungkinan akan bertambah,” katanya.

Menurut Rofiq, travel tersebut menawarkan paket umrah murah dengan tarif Rp23 juta hingga Rp27 juta per jemaah meski tidak memiliki izin resmi sebagai Penyelenggara Perjalanan Ibadah Umrah (PPIU).

Promosi dilakukan melalui media sosial dan brosur. Untuk meyakinkan korban, tersangka memberikan atribut lengkap seperti koper, kain ihram, hingga paspor.

Namun setelah pembayaran lunas, sebagian jemaah tidak pernah diberangkatkan ke Tanah Suci. Bahkan ada jemaah yang sempat berangkat tetapi terlantar di Arab Saudi karena tidak mendapatkan penginapan dan konsumsi.

“Ada jemaah yang berangkat tetapi saat di Tanah Suci terlantar, tidak mendapat tempat menginap dan makan,” ujar Rofiq.

Atas perbuatannya, kedua tersangka dijerat pasal berlapis terkait penyelenggaraan ibadah umrah tanpa izin dan tindak pidana penipuan dengan ancaman hukuman maksimal delapan tahun penjara.

Polresta Banyuwangi juga masih melakukan pengembangan kasus dan membuka kemungkinan adanya tambahan korban lain.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....