Buat Senjata Ilegal, Warga Tapen Ditangkap Polisi

  • 25 Jul 2025 18:54 WIB
  •  Jember

KBRN, Bondowoso : Polisi menangkap pria berinisial YEL, warga Desa Taal Kecamatan Tapen, Kabupaten Bondowoso karena diduga memproduksi senjata dan amunisi tanpa izin alias ilegal. Selain menangkap pelaku, Polres Bondowoso juga mengamankan barang bukti berupa empat senapan angin modifikasi, ratusan butir peluru rakitan, dan peralatan lainnya yang digunakan untuk memproduksi senjata.

Diketahui, YEL membuat dan menjual senapan angin ilegal dengan harga Rp 3 hingga 4 Rp juta per unit. Barang-barang itu dijual kepada pelanggannya, bahkan bukan hanya di Bondowoso saja, YEL juga melayani pesanan dari luar kota. Praktek tersebut sudah dilakukan sejak beberapa tahun terakhir.

Kapolres Bondowoso AKBP Harto Agung Cahyono mengatakan, berdasarkan pengakuan dari pelaku, senapan angin rakitan YEL dijual secara online, serta dijual ke orang terdekatnya. Proses pembuatannya, menurutnya dilakukan secara profesional. Melihat senjata yang tak terlihat seperti rakitan sendiri.

“Komplet dari senjata hingga amunisinya. Dibuat, dicetak dan dijual secara mandiri,” katanya, Jumat (25/7/205).

Kapoalres kelahiran Madura itu juga menyebut, pelaku menjalankan aksinya sejak dua tahun terakhir. Senapannya sudah dijual ke berbagai daerah, termasuk ke luar Jawa.

" Dengan amunisi berukuran kaliber 8, senapan tersebut biasanya digunakan untuk berburu babi, " ungkapnya.

Proses pembuatan senapan angin tersebut dilakukan di rumahnya, di Desa/Kecamatan Prajekan. Semua alat yang dibutuhkan, mulai dari popor, laras tabung, grendel hingga pelatuk dibeli secara online. Dengan kemampuannya, Yove merakitnya secara mandiri.

" Termasuk peluru berukuran 8 milimeter, yang berasal dari timah yang dilelehkan," lanjut Kapolres.

Dari tangan pelaku, polisi mengamankan sejumlah barang bukti. Diantaranya empat pucuk senapan angin laras panjang kaliber 8, 300 butir amunisi buatan, 17 lembar lempeng timah, satu teleskop, satu besi as hingga satu buah tatakan besi untuk mencetak amunisi.

“Kami juga menemukan mesin bubut di rumah pelaku. Tapi tidak kami tampilkan, karena lumayan besar,” pungkasnya.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....