Pemilik Toko di Bondowoso Hampir Kena Gendam Bule

  • 15 Mei 2025 20:45 WIB
  •  Jember

KBRN, Bondowoso : Pemilik toko di Kelurahan Nangkaan, Kecamatan Bondowoso nyaris menjadi korban dugaan gendam dua bule, pada 12 Mei 2025 lalu. Video rekaman CCTV dua pria bule yang terlihat mengambil sendiri uang di meja kasir, tersebar di media sosial.

Dalam video rekaman CCTV yang diunggah oleh pemilik tokonya di TikTok pribadinya, @MAFUAPERABOT01, pria bule itu mengenakan baju hitam dan abu-abu. Mereka menutup wajah dengan masker.

"Hati-hati maraknya hipnotis bule ini pelakunya. Alhamdulillah gak ada korban, untung salah satu dari tim kami ada yang sadar," dalam keterangan video.

Dalam beberapa komen netizen yang sempat ada yang bertanya bagaimana bisa berhasil dari terhindar dari hipnotis bule tersebut.

"Jangan tatap matanya mbak. Pokoknya ada yang mencurigakan jangan diladeni dah," ujar pemilik akun.

Kapolsek Bondowoso Kota, Jarno Miroto, mengatakan telah turun memastikan langsung kebenaran video viral tersebut. Ia menjelaskan, diketahui pemilik toko tersebut adalah Ita Hartanti (25) warga Desa Petung, Kecamatan Curahdami. Berdasarkan keterangannya, pelaku datang bersama 1 orang temannya sekitar pukul 18.50 WIB.

Pria yang digambarkan mirip orang Arab sekira umur 50 tahun disebut membeli 2 batang sabun mandi. Selanjutnya, mereka membayar sabun di kasir.

"Terduga pelaku katanya mengeluarkan uang 50 ribuan 2 lembar untuk diserahkan kepada kasir," ujarnya menirukan keterangan pemilik toko.

Menurut, pemilik toko selanjutnya terduga pelaku ingin menukar uang tersebut dengan uang baru. Namun karena kasir tidak memiliki uang baru terduga pelaku tidak percaya. Mereka meminta pemilik toko membuka laci yang berisi uang dan juga meminta untuk membuka tasnya.

"Setelah itu datang karyawan toko lainnya dan mengingatkan penjaga kasir untuk waspada," ujarnya.

Ia menerangkan, setelah itu dua lelaki tersebut berlalu pergi meninggalkan toko bersama 1 temannya ke arah barat dengan mengendarai mobil.

"Karena tidak menderita kerugian maka korban tidak berkenan melapor namun menguploadnya ke media sosial dgn alasan agar orang lain berhati-hati," pungkasnya.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....