Tim Resmob Polresta Banyuwangi Bekuk Pelaku Pembacokan di Cungking, Empat Tersangka Diamankan
- 10 Mar 2025 22:04 WIB
- Jember
KBRN, Banyuwangi: Tim Resmob Polresta Banyuwangi berhasil membekuk empat pelaku pembacokan terhadap tiga warga di daerah Cungking, Kelurahan Mojopanggung, Banyuwangi. Keempat tersangka, yakni FPC (35 tahun), M (25 tahun), BS (51 tahun), dan AZ (36 tahun), semuanya berasal dari Kecamatan Muncar.
Kapolresta Banyuwangi, Kombes Pol Rama Samtama Putra, menjelaskan penangkapan dimulai dengan pengamanan tersangka M oleh warga dan anggota Polsek Giri di lokasi kejadian. Beberapa jam kemudian, otak dari kejadian tersebut, FPC, berhasil diamankan.
“FPC ini merupakan otak pelaku yang menyuruh melakukan aksi tersebut. Setelah itu, dilakukan pengembangan hingga dini hari, dan berhasil ditangkap dua pelaku lainnya di wilayah Muncar sekitar pukul 05.00 WIB pagi,” kata Kombes Rama, Senin (10/3/2025).
Berdasarkan keterangan, senjata yang digunakan dalam aksi pembacokan adalah dua unit karambit yang dibeli FPC secara online melalui platform belanja daring. Pisau kecil berbentuk lengkung itu kemudian diberikan kepada M, yang belakangan diketahui masih memiliki hubungan kerabat dengan FPC.
“FPC membeli karambit secara online dan memberikannya kepada tersangka utama, M. FPC juga menjanjikan uang sebesar Rp2 juta jika M berhasil melukai korban,” ujar Kapolresta Rama.
Sasaran utama para pelaku adalah Dinar Mislani, yang diduga oleh FPC telah mengganggu istrinya. Namun, dua warga lain, yakni Hari Susilo dan Iyono, yang mencoba melerai, turut menjadi korban.
“Terhadap keempat tersangka, kita kenakan Pasal 170 Ayat (2) KUHP tentang pengeroyokan yang mengakibatkan korban luka berat. Selain itu, kita juga kenakan Pasal 55 dan 56 KUHP terhadap FPC sebagai otak pelaku yang menyuruh melakukan kejahatan,” ungkap Rama.
Kejadian pembacokan ini terjadi pada Senin (9/3/2025) di sekitar Tempat Pemakaman Umum di lingkungan Cungking, Kelurahan Mojopanggung, Banyuwangi. Ketiga korban, yaitu Dinar Mislani, Hari Susilo, dan Iyono, saat ini masih dirawat intensif di RSUD Blambangan.
“Dua korban, yakni Hari Susilo dan Iyono, kondisinya sudah mulai membaik. Namun, Dinar Mislani masih dalam keadaan kritis,” ungkap Rama.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....