Operasi Keselamatan Semeru 2026 Digelar 14 Hari
- 02 Feb 2026 10:42 WIB
- Jember
RRI.CO.ID, Bondowoso - Kepolisian Daerah Jawa Timur menggelar Operasi Kepolisian Kewilayahan dengan sandi Operasi Keselamatan Semeru 2026 selama 14 hari, terhitung mulai 2 hingga 15 Februari 2026. Operasi ini bertujuan meningkatkan keamanan, keselamatan, ketertiban, dan kelancaran lalu lintas menjelang Operasi Ketupat Semeru 2026.
Dalam amanat Kapolda Jawa Timur Irjen Pol Drs. Nanang Avianto,, disebutkan bahwa permasalahan lalu lintas saat ini semakin kompleks. Berdasarkan analisa dan evaluasi Operasi Keselamatan Semeru 2025, tercatat 531 kasus kecelakaan lalu lintas yang mengakibatkan 10 orang meninggal dunia, 51 korban luka berat, serta 803 korban luka ringan.
“Tingginya angka kecelakaan lalu lintas berkorelasi dengan meningkatnya pelanggaran dan rendahnya kesadaran masyarakat terhadap aturan keselamatan berkendara,” ujar Nanang Avianto.
Operasi Keselamatan Semeru 2026 mengusung tema Terwujudnya Kamseltibcarlantas yang Aman, Nyaman, dan Selamat Menjelang Pelaksanaan Operasi Ketupat Semeru 2026. Operasi ini melibatkan 5.020 personel, terdiri dari 395 personel Satgas Polda dan 4.625 personel Satwil jajaran.
Pelaksanaan operasi mengedepankan tiga strategi utama, yakni preemtif, preventif, dan represif. Upaya preemtif dilakukan melalui sosialisasi dan edukasi keselamatan berlalu lintas kepada masyarakat serta pengusaha otobus dengan memanfaatkan media cetak, elektronik, dan media sosial.
Upaya preventif diwujudkan melalui ramp check terpadu bersama Dinas Perhubungan dan Dinas Kesehatan, meliputi pemeriksaan teknis kendaraan dan kesehatan pengemudi, termasuk tes urine. Selain itu, patroli akan ditingkatkan di titik rawan kecelakaan dan kemacetan.
Sementara itu, penindakan represif difokuskan pada pelanggaran yang berpotensi menimbulkan fatalitas kecelakaan, seperti over dimension over loading (ODOL), melawan arus, tidak menggunakan helm SNI, serta penggunaan knalpot tidak sesuai spesifikasi. Penegakan hukum dilakukan dengan memanfaatkan sistem ETLE guna menjamin transparansi dan akuntabilitas.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....