Kebiasaan Sederhana agar Tidak Mudah Lupa

  • 28 Agt 2026 19:32 WIB
  •  Jember

RRI.CO.ID, Jember - Lupa menaruh kunci, lupa jadwal, atau sesaat kesulitan mengingat nama seseorang merupakan hal yang dapat terjadi dalam aktivitas sehari-hari. Kelupaan sesekali tidak selalu menunjukkan adanya gangguan serius pada kemampuan mengingat. Psikolog dan neuropsikolog Lydia Cho dari McLean Hospital yang berafiliasi dengan Harvard pada 2022 menjelaskan bahwa masalah mengingat dapat dialami banyak orang dalam kehidupan sehari-hari. Menurutnya, kelupaan perlu lebih diperhatikan ketika terjadi semakin sering atau mulai mengganggu kualitas hidup. Karena itu, sejumlah kebiasaan sederhana dapat dilakukan untuk membantu seseorang mengelola berbagai aktivitas yang membutuhkan ingatan.

Memberikan perhatian penuh ketika menerima informasi menjadi salah satu kebiasaan yang dapat membantu mengurangi kelupaan. Lydia Cho pada 2022 menjelaskan bahwa seseorang terkadang lupa nama orang lain karena tidak benar-benar memperhatikan ketika nama tersebut disebutkan. Mengulang nama setelah berkenalan dapat membantu membuat informasi tersebut lebih mudah diingat. Cara serupa dapat diterapkan ketika menerima jadwal, alamat, instruksi pekerjaan, atau informasi penting lainnya. Dengan memberikan perhatian sejak awal, informasi yang diterima memiliki peluang lebih besar untuk tersimpan dengan baik.

Menempatkan barang yang sering digunakan di tempat yang sama juga dapat membantu menciptakan pola dalam aktivitas sehari-hari. Kunci, dompet, kacamata, telepon seluler, dan dokumen penting dapat memiliki lokasi khusus sehingga lebih mudah ditemukan ketika dibutuhkan. Penggunaan catatan atau kalender juga dapat membantu ketika seseorang memiliki banyak jadwal dan pekerjaan yang harus dilakukan. Harvard Health pada 2022 menjelaskan bahwa penggunaan petunjuk tertentu dapat membantu proses mengingat informasi yang sulit dipanggil kembali. Kebiasaan tersebut membuat seseorang tidak harus mengandalkan ingatan untuk menyimpan seluruh informasi dalam waktu bersamaan.

Menghindari terlalu banyak pekerjaan dalam satu waktu juga dapat membantu menjaga perhatian dan daya ingat. Lydia Cho pada 2022 menjelaskan bahwa multitasking dapat membuat seseorang lebih mudah terdistraksi dan meningkatkan kemungkinan terjadinya kesalahan. Karena itu, menyelesaikan satu pekerjaan terlebih dahulu sebelum beralih ke pekerjaan lain dapat menjadi pilihan yang lebih efektif. Seseorang juga dapat menentukan dua pekerjaan utama dalam satu hari agar perhatian tidak terbagi ke terlalu banyak tugas. Memberikan jeda setelah menyelesaikan pekerjaan juga dapat membantu menjaga konsentrasi sebelum kembali melakukan aktivitas berikutnya.

Selain membangun kebiasaan sehari-hari, menjaga kondisi tubuh juga dapat mendukung kemampuan mengingat. Dr. Andrew Budson, dosen neurologi di Harvard Medical School, pada 2025 menjelaskan bahwa kelupaan dapat terjadi pada berbagai usia dan sering berkaitan dengan gangguan perhatian atau kondisi seperti stres, kelelahan, serta kurang tidur. Karena itu, tidur yang cukup, aktivitas fisik, pola hidup sehat, dan pengelolaan stres perlu menjadi bagian dari rutinitas sehari-hari. Jika masalah ingatan semakin sering, memburuk, atau mulai mengganggu aktivitas yang sebelumnya dapat dilakukan dengan mudah, pemeriksaan medis sebaiknya dipertimbangkan. Dengan memberikan perhatian penuh, menggunakan pengingat, menjaga barang tetap pada tempatnya, dan mengurangi kebiasaan multitasking, kelupaan kecil dalam keseharian dapat lebih mudah dikelola.

google-preference
Kata Kunci / Tags

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....