Tips Memilih Sepatu Lari Sesuai Kebutuhan
- 01 Jul 2025 10:23 WIB
- Jember
KBRN, Jember: Sepatu adalah perlengkapan terpenting bagi pelari. Sepatu yang tepat bukan hanya membuat lari lebih nyaman, tetapi juga membantu mencegah cedera seperti shin splint, nyeri lutut, atau telapak kaki. Berikut adalah panduan memilih sepatu lari yang sesuai untuk pemula maupun pelari berpengalaman dikutip dari Mayo Clinic:
1. Pahami Jenis Kaki dan Gaya Lari (Gait)
Setiap orang memiliki bentuk telapak kaki berbeda—normal, flat (datar), atau high arch (tinggi). Ini akan memengaruhi cara kaki mendarat saat lari. Kamu bisa melakukan wet test (uji jejak kaki) atau memeriksakan ke toko sepatu lari profesional.
-Overpronation (kaki masuk ke dalam) butuh sepatu dengan dukungan stabilitas atau motion control.
-Underpronation (kaki ke luar) cocok dengan sepatu yang empuk (cushioning).
-Netral bisa menggunakan sepatu tipe netral biasa.
2. Ukur Kaki di Sore Hari
Kaki akan sedikit membengkak setelah aktivitas. Mengukur dan mencoba sepatu di sore hari akan memberikan ukuran paling akurat saat kaki berada di ukuran maksimalnya. Sisakan sekitar 1 cm ruang di depan jari kaki.
3. Pilih Sepatu Khusus Lari, Bukan Sepatu Lain
Sepatu training, kasual, atau futsal tidak dirancang untuk pola gerak lari. Sepatu lari memiliki bantalan (cushioning), fleksibilitas, dan berat yang dirancang khusus untuk gerakan maju-mundur.
4. Perhatikan Berat Sepatu dan Jenis Latihan
-Untuk lari jarak jauh (easy run, long run): pilih sepatu dengan bantalan tebal (max cushion).
-Untuk speed run atau race day: pilih sepatu ringan dan responsif (biasanya lebih tipis, dengan carbon plate atau foam ringan).
-Untuk pemula: fokuslah pada kenyamanan dan perlindungan kaki, bukan performa kecepatan dulu.
5. Coba dan Rasakan Langsung
Jangan hanya lihat merek atau tampilan. Coba langsung, berjalan dan lari kecil di toko jika memungkinkan. Pastikan tumit tidak tergelincir dan bagian atas (upper) tidak terlalu sempit.
6. Ganti Sepatu Secara Berkala
Umumnya, sepatu lari ideal digunakan hingga 500–800 km. Setelah itu, bantalan akan aus dan berisiko menyebabkan cedera. Catat jarak tempuh dengan aplikasi lari seperti Strava atau Garmin.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....