Komunitas Kebayak'An Jember Peringati Hari Kebaya Nasional Lewat Fun Walk

  • 20 Jul 2026 18:20 WIB
  •  Jember

RRI.CO.ID, Jember – Komunitas Kebayak'an Jember yang dipimpin Nanik Kharisma menggelar peringatan Hari Kebaya Nasional melalui kegiatan Fun Walk Berkebaya bertema "Dengan Rajutan Kasih dalam Bingkai Budaya Nusantara" di Fakultas Ilmu Budaya (FIB) Universitas Jember, Minggu (19/7/2026). Kegiatan yang dimulai pukul 06.00 WIB itu diikuti lebih dari 500 peserta dari berbagai komunitas perempuan sebagai bentuk pelestarian kebaya sebagai warisan budaya Indonesia.

Peserta berasal dari berbagai organisasi dan komunitas di Kabupaten Jember, di antaranya IWAPI Jember, Komunitas Sketsa, sivitas akademika Fakultas Ilmu Budaya Universitas Jember, serta komunitas perempuan lainnya.

Kegiatan juga dihadiri Ny. Wiwin Handayani Iwan Taruna Ketua Dwp Unej , bersama jajaran Dharma Wanita Persatuan Universitas Jember yang turut memberikan dukungan terhadap pelestarian budaya melalui kebaya.

Selain jalan sehat berkebaya, panitia menghadirkan berbagai kegiatan pendukung, seperti fashion show, garage sale kebaya, edukasi budaya, pemeriksaan kesehatan gratis, servis motor gratis, penampilan angklung, Tari Lahbako, line dance, serta hiburan musik dan band. Seluruh rangkaian kegiatan dikemas sebagai ruang silaturahmi sekaligus edukasi budaya kepada masyarakat.

Ketua Komunitas Kebayak'an Jember, Nanik Kharisma, mengatakan peringatan Hari Kebaya Nasional menjadi momentum untuk menumbuhkan rasa bangga terhadap kebaya sebagai identitas budaya bangsa. Menurutnya, pelestarian kebaya tidak cukup dilakukan melalui seremoni, tetapi juga perlu diwujudkan dalam kebiasaan mengenakan kebaya di berbagai kesempatan.

"Kami ingin kebaya tidak hanya dikenakan pada acara seremonial, tetapi menjadi kebanggaan bersama. Melalui kegiatan ini kami mengajak seluruh perempuan untuk terus melestarikan kebaya sebagai warisan budaya Indonesia yang penuh nilai, keanggunan, dan kebersamaan," ujar Nanik Kharisma saat ditemui di sela kegiatan, Minggu (19/7/2026).

Ketua Panitia Hari Kebaya Nasional ke-3 Tahun 2026, Nieka Kharisma, mengatakan peringatan Hari Kebaya Nasional menjadi momentum untuk menumbuhkan rasa bangga terhadap kebaya sebagai identitas budaya bangsa. Menurutnya, kebaya tidak hanya menjadi busana tradisional, tetapi juga simbol persatuan perempuan Indonesia dalam menjaga dan melestarikan budaya Nusantara.

"Kami ingin kebaya tidak hanya dikenakan pada acara seremonial, tetapi menjadi kebanggaan bersama. Melalui kegiatan ini kami mengajak seluruh perempuan untuk terus melestarikan kebaya sebagai warisan budaya Indonesia yang penuh nilai, keanggunan, dan kebersamaan," ujar Nieka Kharisma, Ketua Panitia Hari Kebaya Nasional ke-3 Tahun 2026 sekaligus anggota Komunitas Kebayak'an dan anggota Dharma Wanita Persatuan Universitas Jember dari Fakultas Ilmu Budaya (FIB), saat ditemui di sela kegiatan, Minggu (19/7/2026

Sementara itu, Ketua IWAPI Jember, Dra. Hj. Kasih Fajarini, mengapresiasi penyelenggaraan kegiatan tersebut karena mampu menyatukan berbagai organisasi perempuan dalam semangat melestarikan budaya bangsa.

"Hari Kebaya Nasional menjadi momentum untuk memperkuat kebersamaan perempuan Indonesia. IWAPI Jember mendukung kegiatan seperti ini karena kebaya bukan sekadar busana, tetapi juga simbol jati diri, persatuan, dan kecintaan terhadap budaya Nusantara," kata Dra. Hj. Kasih Fajarini usai mengikuti kegiatan, Minggu (19/7/2026).

Nanik menambahkan, antusiasme lebih dari 500 peserta menunjukkan semakin tingginya kepedulian masyarakat terhadap pelestarian budaya Nusantara. Ia berharap kegiatan peringatan Hari Kebaya Nasional dapat terus diselenggarakan setiap tahun dengan melibatkan lebih banyak komunitas, generasi muda, institusi pendidikan, dan berbagai elemen masyarakat sehingga kebaya tetap lestari serta menjadi bagian dari identitas budaya Indonesia.

google-preference
Kata Kunci / Tags

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....