176 Peserta Ikuti Exploration Camp Competition 2026 di Meru Betiri

  • 02 Agt 2026 20:21 WIB
  •  Jember
Poin Utama
  • Sebanyak 176 peserta dari dalam dan luar negeri mengikuti Exploration Camp Competition (ECC) Taman Nasional Meru Betiri 2026 di Pantai Bandealit, Kabupaten Jember, Jawa Timur.
  • Kegiatan berlangsung selama lima hari dengan mengusung edukasi dan kepedulian terhadap konservasi alam sebagai bagian dari rangkaian Road to Hari Konservasi Alam Nasional (HKN) 2026.
  • Peserta terdiri dari 44 tim dengan komposisi 168 peserta dari dalam negeri dan delapan peserta mancanegara.

RRI.CO.ID, Jember – Sebanyak 176 peserta dari dalam dan luar negeri mengikuti Exploration Camp Competition (ECC) Taman Nasional Meru Betiri 2026 di kawasan Pantai Bandealit, Kabupaten Jember, Jawa Timur. Kegiatan yang menjadi bagian dari rangkaian Road to Hari Konservasi Alam Nasional (HKN) 2026 tersebut berlangsung selama lima hari dengan mengusung edukasi dan kepedulian terhadap konservasi alam.

Ketua Panitia ECC 2026, Yudha Kuncara, mengatakan kegiatan diikuti 44 tim dengan total 176 peserta. Dari jumlah tersebut, 168 peserta berasal dari dalam negeri dan delapan peserta merupakan peserta mancanegara.

"Komposisi peserta terdiri dari 123 laki-laki dan 53 orang perempuan. Peserta berasal dari berbagai wilayah, termasuk penggiat alam terbuka, akademisi, dan komunitas eksplorasi," ujar Yudha Kuncara saat pembukaan ECC 2026 di Pantai Bandealit, Jember, Sabtu (1/8/2026).

Menurut Yudha, peserta mancanegara dalam kegiatan tersebut berasal dari sejumlah negara, di antaranya Pakistan, Bangladesh, Ghana, dan Thailand. Para peserta akan menjalani rangkaian eksplorasi melalui tiga etape, yakni Bandealit menuju Teluk Meru, Teluk Meru menuju Teluk Permisan, serta Teluk Permisan menuju Sukamade.

"Etape pertama dari Bandealit sampai Teluk Meru dilaksanakan pada 2 Agustus. Etape kedua dari Teluk Meru ke Teluk Permisan pada 2 hingga 3 Agustus, dan etape ketiga dari Teluk Permisan menuju Sukamade pada 3 hingga 4 Agustus," katanya.

Selain kegiatan eksplorasi, ECC 2026 juga dirangkaikan dengan berbagai aksi konservasi. Di antaranya podcast Green Ambassador bersama generasi muda, pelatihan metode penurunan status spesies langka, siaran Green Radio bersama RRI Jember, pelatihan penghitungan stok karbon, penanaman mangrove, pelepasan tukik penyu, serta aksi bersih pantai.

Sementara itu, Direktur Konservasi Kawasan, Sapto Aji Prabowo, mengatakan kegiatan tersebut menjadi sarana untuk meningkatkan kesadaran generasi muda terhadap pentingnya menjaga kawasan konservasi. Ia menekankan bahwa tanggung jawab konservasi bukan hanya berada di tangan pemerintah, tetapi juga menjadi tanggung jawab masyarakat.

"Artinya seluruh lapisan masyarakat mempunyai tanggung jawab yang sama untuk mengelola konservasi, memastikan potensi sumber daya alam hayati dan ekosistemnya benar-benar kita jaga untuk anak cucu kita," ujar Sapto Aji Prabowo saat membuka ECC 2026 di Pantai Bandealit, Jember, Sabtu (1/8/2026).

Sapto menilai kegiatan eksplorasi tersebut dapat memberikan pengalaman langsung kepada peserta untuk mengenali potensi keanekaragaman hayati di Taman Nasional Meru Betiri. Menurutnya, pengalaman tersebut diharapkan dapat menumbuhkan kesadaran dan kepedulian peserta terhadap upaya konservasi.

Ia juga menyebut Indonesia sebagai salah satu negara dengan kekayaan keanekaragaman hayati yang besar. Karena itu, kekayaan alam tersebut perlu dijaga secara bersama-sama agar dapat memberikan manfaat bagi masyarakat sekaligus tetap lestari bagi generasi mendatang.

"Indonesia adalah negara megabiodiversitas dengan kekayaan alam yang luar biasa. Ini patut kita banggakan, tetapi kebanggaan itu juga memiliki implikasi bagi kita untuk bisa menjaga dengan baik," katanya.

Sapto berharap pengalaman peserta selama mengikuti ECC 2026 dapat meningkatkan pemahaman mengenai konservasi sekaligus mendorong keterlibatan masyarakat dalam menjaga kawasan Taman Nasional Meru Betiri dan kawasan konservasi lainnya di Indonesia.

Kegiatan ECC 2026 juga menjadi bagian dari rangkaian peringatan Hari Konservasi Alam Nasional yang diperingati setiap 10 Agustus. Melalui kegiatan tersebut, upaya membangun kesadaran konservasi di kalangan generasi muda diharapkan dapat terus diperkuat.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....