Bukan Sekadar Bikin Batik, Anak Muda Perlu Tahu Siapa Pembelinya

  • 07 Okt 2026 09:39 WIB
  •  Jember

RRI.CO.ID, Jember - Memulai usaha kreatif tidak cukup hanya dengan mengandalkan kemampuan membuat produk yang bagus. Anis Sulalah, desainer sekaligus owner Batik Pocangan, menilai pelaku usaha juga perlu memahami siapa calon pembeli sebelum mengembangkan produknya.

Menurut Anis, karakter konsumen menjadi salah satu pertimbangan dalam menentukan desain, warna, hingga model produk yang dibuat. Hal tersebut juga diterapkannya ketika memperkenalkan batik kepada kalangan anak muda yang cenderung menyukai motif lebih ringan dan tidak terlalu formal.

Ia mengatakan, pelaku usaha sebaiknya tidak hanya membuat produk berdasarkan selera pribadi karena belum tentu sesuai dengan kebutuhan pasar. “Kalau kita pengen eksis, target pasar kita harus pasti dulu, siapa yang mau kita jadikan target pasar,” ujar Anis dalam Dialog UMKM Bicara Pro 1 RRI Jember, Senin, 5 Oktober 2026.

Bagi Anis, proses tersebut membuat desain batik perlu disesuaikan dengan karakter konsumen tanpa menghilangkan identitas produk. Salah satu pendekatan yang dilakukan adalah membuat motif yang lebih sederhana agar batik tulis tetap dapat digunakan oleh anak muda tanpa memberikan kesan terlalu tua.

Selain memahami pasar, Anis juga menekankan pentingnya menyesuaikan strategi penjualan dengan kemampuan produksi. Ia saat ini masih mengandalkan penjualan secara luring lebih besar dibandingkan platform digital karena kapasitas produksi harus tetap dijaga agar kualitas produk tidak menurun.

Pengalaman tersebut menunjukkan bahwa pertumbuhan usaha tidak selalu harus dilakukan dengan mengejar seluruh peluang pasar sekaligus. Bagi pelaku usaha kreatif, memperhitungkan kemampuan produksi, waktu pengerjaan, jumlah tenaga kerja, serta konsistensi kualitas menjadi bagian penting sebelum memperluas pemasaran.

Ia mengaku tetap mempertahankan batik tulis sebagai karakter utama produknya dengan mengangkat berbagai unsur lokal termasuk lingkungan dan kehidupan masyarakat Jember. Motif tembakau, misalnya, terinspirasi dari pengalaman keluarganya sebagai petani tembakau dan kemudian diolah kembali menjadi bentuk motif yang lebih artistik.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....