Sebanyak 12 Ribu UMKM Bondowoso Akses KUR Rp600 Miliar
- 04 Okt 2026 16:00 WIB
- Jember
RRI.CO.ID, Bondowoso – Sebanyak 12 ribu pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) di Kabupaten Bondowoso telah mendapatkan akses pembiayaan Kredit Usaha Rakyat (KUR) dengan total nilai sekitar Rp600 miliar sejak Januari hingga 3 Oktober 2026.
Data tersebut disampaikan Deputi Kewirausahaan Kementerian UMKM RI, Riza Damanik, saat menghadiri kegiatan Jalan Kaki Bondowoso-Dadapan (Jaka Sopan) 2026 di Pondok Pesantren Al-Islah, Kecamatan Grujugan, Kabupaten Bondowoso, Minggu, 4 Oktober 2026.
Riza mengatakan, dukungan terhadap UMKM Bondowoso akan terus diperkuat, termasuk melalui kemudahan akses pembiayaan, sertifikasi, pasar, pelatihan, pendampingan hingga inkubasi usaha.
"Alhamdulillah sejak Januari hingga 3 Oktober 2026 ini hingga kemarin, tidak kurang dari 12.000 UMKM yang ada di Bondowoso telah mendapatkan akses pembiayaan kredit usaha rakyat dengan nilai total lebih kurang 600 miliar rupiah," kata Riza.
Menurutnya, pembiayaan tersebut tidak hanya berasal dari bank yang tergabung dalam Himpunan Bank Milik Negara (Himbara), tetapi juga Bank Jatim. Hal ini menjadi bagian dari upaya pemerintah untuk memperluas akses permodalan bagi pelaku UMKM.
Riza mengakui, masih terdapat sejumlah tantangan yang dihadapi pelaku UMKM, terutama terkait pembiayaan, sertifikasi, dan akses pasar. Pemerintah kini berupaya mengintegrasikan berbagai dukungan tersebut agar dapat lebih mudah dijangkau oleh pelaku usaha.
"Kita harapkan tadinya akses pasar itu bisa kita dekatkan. Pembiayaan bisa kita dekatkan, dan sekaligus juga pelatihan pendampingan maupun inkubasi usaha bisa kita dekatkan," ujarnya.
Upaya tersebut dilakukan melalui program Prokesra Produktif yang mengonsolidasikan program pemberdayaan ekonomi dan UMKM dari 18 kementerian/lembaga. Akses berbagai program itu nantinya dapat dilakukan melalui aplikasi Sapa UMKM.
Riza menjelaskan, Sapa UMKM tidak hanya digunakan untuk mengakses program, tetapi juga menjadi sarana monitoring dan standardisasi program pemberdayaan UMKM lintas kementerian/lembaga.
"Insya Allah ke depan ini sudah bisa diakses melalui Sapa UMKM. Jadi tidak perlu lagi datang ke satu-satu lembaga-lembaga tersebut, tapi sudah bisa diakses secara otomatis melalui Sapa UMKM," ungkapnya.
Ia menambahkan, pemerintah juga melihat potensi ekonomi lokal Bondowoso yang cukup besar untuk terus dikembangkan. Sejumlah sektor yang dinilai memiliki peluang antara lain pariwisata, ekonomi kreatif, kuliner, batik, kopi hingga tape.
"Potensi Bondowoso ini cukup besar dari sisi sektor pariwisata, ekonomi kreatifnya, dari sisi kulinernya, dari sisi batiknya, bahkan dari sisi kopi, tape dan seterusnya yang saya kira ini menjadi keunggulan domestik, keunggulan lokal yang bisa dibawa mendunia," tuturnya.
Riza memastikan Kementerian UMKM bersama pemerintah daerah akan menindaklanjuti dukungan tersebut melalui langkah-langkah teknis agar semakin banyak UMKM di Bondowoso yang dapat tumbuh dan berkembang.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....