RRI Fest Jember Jadi Ruang Kolaborasi UMKM dan Komunitas

  • 25 Agt 2026 22:30 WIB
  •  Jember

RRI.CO.ID, Jember - RRI Fest Jember 2026 tak berhenti pada seremoni pembukaan. Rangkaian kegiatan yang berlangsung sejak 24 Agustus 2026 tersebut menghadirkan ruang bagi pelaku UMKM, komunitas, seni budaya, hingga masyarakat untuk berkolaborasi bersama RRI.

Kepala LPP RRI Jember, Anak Agung Gde Ngurah, mengatakan keterlibatan berbagai elemen menjadi bagian penting dari penyelenggaraan RRI Fest tahun ini.

Menurutnya, kegiatan tersebut diharapkan semakin mendekatkan RRI dengan masyarakat.

“Yang mendukung itu banyak, dari berbagai UMKM, seni budaya lokal, kemudian ada dari Pemda, dari berbagai elemen masyarakat yang ada di Kabupaten Jember,” ujarnya, Senin (24/8/2026).

Salah satu rangkaian yang mendapat perhatian masyarakat adalah pasar murah yang digelar bersama Pemerintah Kabupaten Jember. Kegiatan tersebut menyediakan beras SPHP dan MinyaKita dengan harga di bawah pasaran.

Kepala Bidang Pengembangan dan Pengendalian Bapokting Dinas Koperasi, UKM, dan Perdagangan Jember, Lilik M, mengatakan pihaknya menyediakan 150 kemasan beras SPHP dan 20 dus MinyaKita dalam kegiatan tersebut.

“Beras SPHP Rp57.000 dan MinyaKita Rp31.000 per dua liter,” jelasnya.

Antusiasme masyarakat terlihat sejak pagi. Yanti, warga Sumbersari, mengaku terbantu dengan harga komoditas yang ditawarkan dalam pasar murah tersebut.

“Saya beli minyak sama beras. Alhamdulillah harganya di bawah toko,” katanya.

Selain pasar murah, RRI Fest juga memberikan ruang bagi pelaku UMKM untuk memasarkan produk. Salah satunya UMKM lingkungan yang tergabung dalam Himpunan Pegiat Adiwiyata Jember (HPAI).

Pelaku UMKM HPAI, Valeria Grosi, mengatakan produk yang dibawa mengangkat konsep ramah lingkungan, mulai dari produk organik, pupuk berbahan eco enzyme, produk berbasis tanaman, hingga kerajinan dari bahan daur ulang.

“Kita ini UMKM lingkungan hidup. Semua yang kita bawa ini adalah produk organik dari lingkungan hidup, dari tanaman, dari pupuknya pakai eco enzyme,” katanya.

Rangkaian kegiatan juga diisi pertunjukan seni budaya dari sejumlah komunitas. Keterlibatan komunitas dinilai menjadi salah satu cara untuk memperluas interaksi RRI dengan masyarakat.

Ketua Selawe Ruang Rindu, Mila Ghuwairy, menyebut RRI Fest menjadi ruang positif bagi komunitas sekaligus masyarakat untuk mengenal lebih dekat aktivitas RRI.

“RRI Fest ini cukup bagus karena juga melibatkan beberapa komunitas, UMKM, kemudian masyarakat luas,” ujarnya.

Dukungan terhadap kegiatan tersebut juga datang dari Gerakan Pramuka. Kepala Pusat Pendidikan dan Pelatihan Kepramukaan Tingkat Cabang Argapura Jember, Ahmad Nawawi, mengatakan keterlibatan Pramuka menjadi bentuk apresiasi atas ruang yang diberikan RRI bagi kegiatan kepramukaan selama ini.

Sementara itu, Ketua Panitia RRI Fest 2026, Lita Puspita, mengatakan rangkaian kegiatan masih akan berlanjut dengan berbagai agenda yang memadukan unsur sosial, kesehatan, olahraga, UMKM, dan seni budaya.

Dengan rangkaian tersebut, RRI Fest 2026 diharapkan tidak hanya menjadi kegiatan hiburan, tetapi juga menjadi ruang interaksi dan kolaborasi antara RRI dengan masyarakat, komunitas, pelaku usaha, serta berbagai pemangku kepentingan di Jember.

google-preference
Kata Kunci / Tags

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....